Posts tagged ‘tingkat II’

Obstetri & Ginekologi

23 Juni – 7 September 2013

11 minggu

77 hari

sebanyak itu hari yang saya lewatkan di bagian ini.

Lama ya? Iya, lama. Berguna kah? Insya Allah. Dapat yang saya harapkan? Insya Allah.

Memasuki bagian ini, rasanya sama seperti memasuki bagian besar lainnya. Harap-harap cemas, merasa bodoh dan tak berguna. Dan hari pertama jaga membuktikan, there’s nothing I could do, even though there were so many patients.
Ala bisa karena biasa itu cocok sekali untuk bagian ini.
Saya tidak bisa melupakan pengalaman pertama melakukan pemeriksaan dalam. Saat seharusnya kita bisa menentukan pembukaan pasien, menilai cukup kah panggul si ibu untuk dilewati anak nya, yang bisa saya rasakan hanyalah sesuatu yang lunak, kenyal, dan hangat. Oh, well, something like that.

Butuh waktu cukup panjang untuk benar2 bisa melakukan pemeriksaan dalam yang baik dan benar. Lalu, saat kau merasa sudah bisa, tiba2 saja kita mengetahui fakta, masih banyak hal-hal kecil lain yang kita anggap biasa yang sebenarnya tidak kita ketahui.

11 minggu berlalu dan sebagai pelajar, mahasiswa yang pekerjaan utamanya adalah belajar, saat kita sampai di titik terakhir ini, kita sudah pasti melalui berbagai pelajaran (apa sih?). Yah, pokoknya, kita harusnya sudah tahu, apa saja yangsudah kita pelajari, apa saja yang belum kita ketahui. Yang menyesakkan adalah ketika kita ditanyai sesuatu yang seharusnya sudah kita kuasai dan ternyata kita tidak bisa menjawab. “Kamu tidak belajar”. Kata2 men judge, menusuk2, mengiris2, dan akhirnya cuma bisa diam.

11 minggu yang saya lalui, entah kenapa terasa biasa saja. Tidak seberat dan semengerikan apa. Masih banyak tempat yang lebih mengerikan. Bagian ini menyenangkan. Dengan senior, teman, guru, dan rekan yang menyenangkan. Di bagian ini ada berbagai macam pasien. Dari yang sangat sabar sampai yang mengamuk2 hampir meruntuhkan tempat tidur saat akan melahirkan. Yang lebih lucu adalah saat ibu2 itu selesai melahirkan, ibu2 yang mengamuk itu akan malu2 sendiri saat divisite dan meminta maaf. That’s a mother. Saya yakin saya pernah bertengkar setidaknya dengan seorang pasien, keluarga pasien, dan staf rumah sakit sepanjang 11 minggu ini. Hahaha. Maaf yah untuk yang pernah saya marahi.

Dan akhirnya, untuk semua bantuan, kerja, semangat, dan air mata di bagian ini, terima kasih banyaaaaaakkkkkk.. No gain without pain. absolutely. Semoga semua ilmu yang berserakan bisa dikumpulkan dan berguna untuk hari esok.

 

Lebih dan kurangnya mohon dimaafkan.

hahaha

 

Salam, iLm

So Long

Mengetik judul di atas bikin saya langsung senyum. Kenapa? Soalnya itu judul single terbaru AKB48, idol grup nomor 1 di Japan yang juga memegang rekor dunia sebagai grup dengan anggota terbanyak. Saya meminjam judul single ini untuk bilang kalo sudah lama sekali saya tidak meramaikan blog ini. Bumi masih berputar selama saya menelantarkan blog ini, kan? hehe.
Baiklah,untuk yang sudah nyasar ke sini karena judulnya, mohon maaf, silakan angkat kaki dan terima kasih sudah tersesat.

Akhir-akhir ini, saya banyak berinteraksi dengan berbagai macam orang dari berbagai belahan bumi #lebay. Dan saya benar-benar menyadari betapa komunikasi efektif itu penting.

Mungkin saya hanya terlalu apati atau mungkin pengecut. Ketika saya merasa tertolak, saya sendiri akan menarik diri. Butuh banyak energi untuk mendekatkan diri dan berinteraksi dengan orang lain. Karena itu, jauh lebih menyenangkan melakukan berbagai hal sendiri.

Mungkin tanpa saya sadari, keegoisan saya beberapa bulan terakhir ini telah menyakiti banyak orang. Ada banyak sekali hal yang saya lakukan dan dari sekian banyaknya hal-hal tersebut, mungkin lebih banyak hal-hal yang tidak patut. Keegoisan, rasa takut, rasa marah, rasa sedih, rasa frustrasi, rasa tertekan, dan semua rasa gelap lain menyelimuti dengan hanya secuil semangat dan rasa bahagia.

Setiap hari, tawa adalah hal yang biasa. Sehari tanpa tawa akan membawa kita ke titik depresi. Dan akhir-akhir ini, saya sudah lupa cara tertawa. Bahkan senyum pun kebanyakan pahit.

Hal-hal penting yang saya simpulkan dari beberapa bulan ini adalah kita tidak dapat membahagiakan semua orang di dunia ini, mulailah dengan mencari kebahagiaan kecil yang mungkin terselip di celah-celah kecil di bawah timbunan masalah. Bukalah, ia selalu ada. Saat kau mendapati dunia mengacuhkanmu, biarkanlah mereka bahagia dengan dunianya sendiri dan carilah kebahagiaanmu sendiri.

Tentang Forensik

Saya ingin mengenang bagian ini sebagai bagian di mana saya harus pandai berkata – kata, namun sering sekali membuat saya kehilangan kata. Saya tidak tau apa yang orang pikirkan tentang forensik. Mungkin kebanyakan orang berpikir bagian ini adalah bagian di mana ketika seorang pasien datang pada kita dan berbicara, hal itu menjadi mengerikan. Kenapa? Karena bagi orang – orang pasien bagian ini adalah orang – orang yang sudah meninggal. :p

Yang sebenarnya? Read more…

Kakak…

Saat membuka halaman ini, kata pertama yang terlintas di kepala ku adalah judul di atas. Bukan, bukan, saya tidak merujuk ke seseorang.. Ini bukan tentang siapa pun yang pernah saya bahas sebelumnya.Hanya saja, saat ini, kata itu adalah kata yang paling ingin saya teriakkan.

Tulisan ini bukan tentang rindu atau tentang galau. Ini hanya tentang aku, saya, yang sedang mengalami masa – masa aneh. Kau tahu? Kadang saya benar – benar ingin berhenti sekolah saja. Saya … Ups, stop. berhenti saja. Jalani saja.. Insya Allah dikasih kemudahan.

Tuhan, apa pun yang terjadi, beri saya kelancaran dalam menjalani semuanya. Amiin.. ^^