Posts tagged ‘tingkat I’

Hari Ini

Hari ini itu harusnya saya ujian. Well, memilih jalur hidup sebagai mahasiswa seumur hidup memang harus pasrah saja menerima ujian tanpa henti, sapa suruh mau kuliah di sini. Baru seminggu lalu saya menyelesaikan ujian di bagian terakhir kepaniteraan klinik tingkat I, sekarang saya harus mengikuti ujian lagi untuk melanjutkan ke tingkat II. Saya tidak mengerti, hobi begitu yah orang – orang bikin ujian. Nda capek apa ngurusnya?

Tapi, tapi, yah.. sudahlah.. Toh, ini bikin kita belajar lagi. Bikin saya mikir, Tuhan, apa sih yang saya dapat dari 9 bulan berputar – putar di rumah sakit. Sepertinya hampir tidak ada residu di lobus – lobus otakku. Nanti kalau saya benar – benar harus membuat keputusan sendiri, menegakkan diagnosis sendiri, menentukan tindakan sendiri, sanggup kah? Mudah – mudahan. >_< Read more…

posting bulan Juni

saya tidak ingat, pernah kah saya menulis sesuatu bulan juni ini? sepertinya pernah.. minggu lalu ada,kok, sekedar tulisan singkat, tapi, sama sekali tidak ada jelas – jelasnya :p

Bulan Juni, ya? Saya tidak punya memori khusus dengan Juni. Bulan ini bulan pengambilan rapor bukannya, ya? Bulan sebelum libur panjang. Bulan… Hm apa ya? seperti saya bilang sebelumnya, saya tidak punya memori khusus di bulan Juni. Selain fakta bahwa 2 orang sahabat terbaik saya ulang tahun di bulan ini. Read more…

Tidak Tau

Tidak tau? Iya, tidak tau. Kenapa? Lah, kalo tau kenapa berarti tidak tidak tau, dong? :p

Hm.. well, cukup lama saya tidak mengintip blog ini. Tidak sadar kalo buka laman web di browser, nih blog nda langsung kebuka. agak – agak kesadaran berubah mungkin, apati, dan afek tumpul. Baiklah, mulai muncul ilmu gilanya, just stop it! Read more…

MMPI

Jangan tanya saya apa itu. Yang saya tahu, saya tadi siang harus mengerjakan tes ini dengan menjawab 567 soal dalam waktu kurang dari dua jam. Katanya ini untuk mendeteksi adanya gangguan mental sama kita. Nah, ada yang mau coba?

Pertanyaannya tidak susah, sama sekali tidak ada susahnya, cukup jawab ya/tidak, lingkari di kertas jawaban. Tidak perlu pikir lama – lama, tidak ada jawaban yang salah. Yang jadi masalah adalah tingkat kebosanan dalam mengerjakan soal – soalnya. Dengan jumlah soal yang naudzubillah, sekian pertanyaan dengan tema yng sama yang diulang – ulang, yang sampai bisa bikin pengen banget teriak, “Arrrrgggghhh, sudah saya bilang tidak, kenapa ditanya lagi?” :p

Well, sudahlah. Saya menunggu hasilnya saja. (Harap2 cemas takut ketauan gilanya :p

Salam, iLm

Tentang Ibnu Sina, dari balik dinding kaca…

Ibnu Sina bukan tempat yang asing. Setidaknya, saya seharusnya bukan orang yang bertanya-tanya, “Ibnu Sina” tuh di mana? (btw, sapa sih orang yang 20 tahun hidup di Makassar tidak tahu Ibnu Sina itu di mana?) Tapi, toh saya pernah bertanya juga. Kurang lebih 3 bulan lalu, “Ibsi itu di mana?”.  Read more…

Tentang…

Tiap kali membuka halaman add new post, saya selalu berputar lama menelantarkan halaman ini. Rasa-rasanya ada begitu banyak hal yang mau dituliskan, tapi, entah kenapa jadinya susah.

Ah, tidak pentinglah, yang penting ada tulisan.

Kali ini mungkin tentang kamu. Read more…

Radiologi: 3 Pekan, 2 Warna, 1001 Cerita – Part 2 (End)

3 pekan itu lama, nda? well, tergantung. iya, kan? tergantung bagaimana kita lewatinya. Read more…