betapa pun aku mengagumi sosok orang hebat, cerdas, dan serba bisa, hatiku tak pernah terpaut pada sosok itu. hati dan rasa ini lebih mudah tergerak oleh sosok yang lebih manusiawi, yang biasa-biasa saja, namun, mampu mengungkapkan dan menunjukkan dirinya.

tak mungkin hati terpaut bayang dan mimpi, hati itu terpaut pada wujud, yang lebih nyata, lebih manusia.