Posts tagged ‘mereka’

11.12.13

hari ini tanggal 14.12.13

sudah lewat 3 hari sejak tanggal cantik itu. Cantik? tidak pernah memerhatikan sebenarnya. Hanya saja, 3 hari lalu, tidak lama setelah saya bangun, kabar itu datang. Pengumuman ujian yang ditunggu-tunggu. Yang membuat gelisah 3 bulan terakhir. Saya percaya kekuatan doa. Saya percaya Allah tidak akan memberi cobaan di luar kemampuan kita. Dan saya bersyukur, Allah memberikan jalan kelulusan untuk saya. Read more…

Untuk Kalian

Kali ini aku menulis mereka..

Tunas-tunas baru yang sedang berkembang..

Mereka yang kutitipi asa..

Mereka yang kuanggap penyambung mimpi..

Mereka yang penuh semangat..

Mungkin selama ini aku tak banyak berbuat..

Mungkin selama ini aku banyak menyusahkan..

Mungkin selama ini aku sering menghilang..

Mungkin selama ini aku terus memaksa..

M.A.A.F

Atas segala ketidakbecusanku..

Atas air mata yang kau teteskan..

Atas pedih yang kau rasa..

Atas beban yang kau tanggung..

Kalian hanya sedang mengalami masa tak beruntung dalam hidup..

Bertemu pemimpi seperti aku..

Ah,

Tak perlu kau begitu memikirkan aku..

Aku hanya terlalu banyak asa..

Salahku, kok..

Terlalu memikirkan diri sendiri..

Menuntutmu begitu banyak..

Aku tak akan banyak bicara..

T.E.R.I.M.A. K.A.S.I.H.

Untuk semua usaha kerasmu selama ini..

Aku tau seberapa banyak kau berusaha..

Aku tau seberapa banyak kau memaksakan diri..

Saat kau lelah, ambillah waktu istirahatmu..

Tapi jangan pernah menghilang..

Kembalilah, selalu ada yang menunggumu..

Jangan pernah ragu untuk datang..

Selalu ada mimpi untuk dirajut..

Selalu ada asa untuk dikejar..

Selalu ada aku, kamu, yang akan menjadi kita..

Tentang sesuatu yang tak kumengerti

by AmaliYah ILm on Sunday, March 28, 2010 at 5:42pm

 

 

Aq kadang heran, apa yang buatq masih bertahan di sini..
Di tengah orang2 yang trus minta tuk dimengerti..
Sementara, pernahkah mereka benar2 mengerti?
Ah, yang mereka mengerti adalah: sejak kau menginjakkan kakimu di rumah kami, bahkan menjadi bagian dari kami, kau harus siap untuk hidup untuk kami..
Masalah rumah yang dulu kau tempati, rumah yang dulu membesarkanmu, bukan urusan kami..
Yang kami tahu, kau ada di rumah kami & kau harus ikut aturan mainnya..
Lagipula, ini jg demi kebaikan kalian, akan bermanfaat di masa depan kalian..

Huh, demi kebaikan ku atau demi kelancaran tugas mu?

Sungguh, bila tali yang mengikat ini adalah mutualisme, semua janji manismu dulu adalah kepalsuan..
Kau menjual mimpi, memaksa brusaha untuk mencapai mimpi itu yang kau gantungkan hingga langit ketujuh..
Namun, saat aq tgelincir, yang kau siapkan di bawah adalah jalan berbatu yang panjang & berliku..
Saat pendakian itu melalui celah sempit, dari atas kau hanya berkata,”hey, ada yg sulit?” ketika aq berusaha menjelaskan, kau berkata,”oh, itu toh..jadi, kau masih bisa sampai ke atas, kan?” seolah-olah kau merasa yg q rasa..
maka aq memaksa driku lewat, menyisaken lebam & perih..
Lalu, saat q tiba di atas, ada apa?
Aq harus mengganti peranmu menjual mimpi?ya
Aq harus mendaki lagi?ya
Dan semua pada akhirnya terulang..
Kau hanya minta pengertian, tanpa benar2 berusaha mengerti..

Yang tak q mengerti, kenapa aq masih bertahan?
Cinta?tidak
Pengertian?tidak
Terpaksa?mungkin
Terjebak?mungkin

Namun, akankah qtemukan sesuatu setelah perjuangan ini?mimpi sesungguhnya yang dulu kau jual itu?
Sungguh,bila tetap seperti ini, mimpi itu takkan pernah jadi kenyataan..

*hal yang kupertanyakan saat aq benar2 ingin berhenti dari perjalanan panjang melelahkan yang menjebak..
saat kubaca kembali, aku ingin berteriak….
aku ingin mereka yang membuatku terjebak dan jatuh hingga ingin berhenti mendengar pertanyaanku ini..
dan membuatku mengerti..
menjawab tanyaku…

kudedikasikan juga untuk mereka yang mungkin juga merasakan hal yang sama denganku..

maaf untuk mereka yang mungkin selama ini berusaha mengertiku namun tak juga mengerti..
maaf bila selama ini aku yang tak mengerti..
maaf bila aku lari…
maaf untuk tiap kata dan perbuatan yang menyakitkan hati..

aku masih mencoba untuk mengerti..
membiarkan diriku tenggelam dalam kesakitan seolah yang kulewati bukan duri tajam tapi belaian lembut penuh kasih…

ditulis ulang 28 Maret 2010

sebuah permintaan…

by AmaliYah ILm on Friday, April 16, 2010 at 11:39pm

 

tulisan ini kudedikasikan pada dia, dia, dia, dia, dia, dia, dia, dia, dan….. dia

aku menulis ini untuk tiap orang yang kukecewakan…
untuk mereka yang pernah berbalik dari hadapanku dan diam2 mengusap air matanya…
untuk mereka yang pernah diam terpaku di hadapanku dan memendam luka di hatinya…
untuk mereka yang masih berusaha menyisakan senyum untukku walau telah kuremukkan harapnya…
untuk mereka yang pernah berkata padaku, “tolong”, dan akhirnya harus kubalas dengan kata ‘”tidak”
untuk mereka yang pernah kutinggalkan dengan setumpuk pekerjaan yang seharusnya tanggung jawabku..
untuk mereka yang pernah sendirian di saat seharusnya aku ada di sisinya…

ku tau aku jahat
ku tau aku egois
ku tau aku tak acuh

aku menulis ini bukan untuk membela diri
aku menulis ini bukan untuk mencari pembenaran..

aku menulis ini untuk menyampaikan…
M. A. A. F

karena aku tak sempurna
pun aku memang egois
aku pun tak super
sungguh, aku hanya manusia biasa

aku terlalu punya banyak keinginan
aku terlalu pemimpi
salahkan saja aku untuk keinginan kerasku menyelesaikan semua yang sudah kumulai
salahkan saja aku untuk sikapku yang mundur atau lari sebelum diberi tanggung jawab
salahkan juga aku untuk tiap tanggung jawab yang akhirnya tak sanggup ku selesaikan

tulisan ini juga untuk dia, dia, dia, dia, dia, dia, dia, dia, dan….. dia

kutulis untuk dia yang pernah menegurku atas kesalahanku
untuk dia yang pernah menusukkan kata2 tajam yang hingga saat ini tertancap dalam memoriku
untuk dia yang pernah menurunkan semangatku pada sesuatu yang sebenarnya sudah siap kuselesaikan..
untuk dia yang terang2an menyatakan keraguannya padaku
untuk dia juga yang masih mau mempercayaiku
juga untuknya yang menyimpan keraguannya dan memilih mundur tanpa kata

T.E.R.I.M.A K.A.S.I.H

aku takkan mampu menyelesaikan semua tanpamu, kamu, dirimu, dan kau
aku takkan bergerak sebelum kau datang padaku
aku takkan memulai sebelum kamu menegurku
aku takkan semangat sebelum dirimu menjatuhkanku
aku takkan membuktikan sebelum kau mengutarakan keraguanmu
aku takkan berusaha bila kau tak memercayaiku
pun aku takkan berbuat sebelum kau mundur

maka
lihatlah aku di sini
dengarkan kata2ku

M.A.A.F dan T.E.R.I.M.A K.A.S.I.H

aku akan mulai berjalan lagi
dengan atau tanpa dia, dia, dia, dia, dia, dia, dia, dia, dan….. dia

aku sendiri dengan mimpi2ku…

@bedroom:11.30 p.m (anggap saja)
16 April 2010

 

kutulis ulang ini untuk seseorang, yang memacuku menulis permintaan ini setengah tahun lalu. sekarang, setelah 6 bulan lewat lagi, aku masih ingin mengulang kata-kata ini. dengan kata maaf khusus untuknya. Maafkan aku yang mungkin membuatmu menghilang, maafkan aku yang saat itu juga sempat menghilang. Tapi, aku berjanji, kali ini aku tak akan menghilang, karena aku tak ingin ada orang lain yang merasakan hal yang sama denganku.

Bukan siapa-siapa

Seberapa pun aku berusaha untuk tetap bersama mereka, bagi mereka aku tetap bukan siapa-siapa.

Aku memang memilih untuk tidak bersama mereka dalam hal ini, tapi..

yah, sudahlah.