Posts tagged ‘kk’

Kakak…

Saat membuka halaman ini, kata pertama yang terlintas di kepala ku adalah judul di atas. Bukan, bukan, saya tidak merujuk ke seseorang.. Ini bukan tentang siapa pun yang pernah saya bahas sebelumnya.Hanya saja, saat ini, kata itu adalah kata yang paling ingin saya teriakkan.

Tulisan ini bukan tentang rindu atau tentang galau. Ini hanya tentang aku, saya, yang sedang mengalami masa – masa aneh. Kau tahu? Kadang saya benar – benar ingin berhenti sekolah saja. Saya … Ups, stop. berhenti saja. Jalani saja.. Insya Allah dikasih kemudahan.

Tuhan, apa pun yang terjadi, beri saya kelancaran dalam menjalani semuanya. Amiin.. ^^

Advertisements

Hari Ini

Hari ini itu harusnya saya ujian. Well, memilih jalur hidup sebagai mahasiswa seumur hidup memang harus pasrah saja menerima ujian tanpa henti, sapa suruh mau kuliah di sini. Baru seminggu lalu saya menyelesaikan ujian di bagian terakhir kepaniteraan klinik tingkat I, sekarang saya harus mengikuti ujian lagi untuk melanjutkan ke tingkat II. Saya tidak mengerti, hobi begitu yah orang – orang bikin ujian. Nda capek apa ngurusnya?

Tapi, tapi, yah.. sudahlah.. Toh, ini bikin kita belajar lagi. Bikin saya mikir, Tuhan, apa sih yang saya dapat dari 9 bulan berputar – putar di rumah sakit. Sepertinya hampir tidak ada residu di lobus – lobus otakku. Nanti kalau saya benar – benar harus membuat keputusan sendiri, menegakkan diagnosis sendiri, menentukan tindakan sendiri, sanggup kah? Mudah – mudahan. >_< Read more…

Sedikit Galau, Boleh?

Akhir – akhir ini saya sering bergantung sama seseorang. Rasanya menyenangkan punya seseorang yang di tiap saat bisa tiba – tiba disms iseng sekedar bilang, `ngantuk` atau ‘macet’ dan segala hal absurd lainnya. Atau orang yang tiba – tiba telpon tengah malam untuk menanyakan hal tidak penting atau mengomentari hal – hal aneh tentangmu. Rasanya mungkin seperti ada pelangi mengiringi tiap hari. Hiah,apa coba?
Tapi,hal-hal seperti itu, tiba-tiba saja terasa aneh. Ada yang salah? Iya, ada. Bermain – main dg ketidakjelasan hati, dalam ikatan aneh yang belum waktunya.. Nah lho,apa sih?
Intinya saya mau bilang saya mau berhenti main – main. Lepas dari semua ketidakjelasan yang belum waktunya. Maaf, kalau saya seenaknya. Jangan marah,ya. Hanya saja, tiba – tiba saya seperti disadarkan, saya sedang melakukan sesuatu yang salah.
Ne,kk, daijoubu desu ka?
Saya percaya kok,semua akan indah pada waktunya.
Salam,ilm.

percaya,mengerti,setia.

tentang percaya..
selalu membuat hati kita tenang..
percaya ada orang lain yang bisa menyelesaikan pekerjaan kita..
percaya ada orang lain yang selalu melindungi kita..
percaya ada orang lain yang menyayangi kita..
percaya orang yang kita sayangi juga menyayangi kita..
percaya kita bisa menyelesaikan tanggung jawab kita..
percaya kita bisa melewati semua masalah..
kita bisa menangani apa pun..

tentang mengerti..
selalu membuat orang lain bahagia..
mengerti setiap orang memiliki masalah..
mengerti tidak selamanya seseorang akan ada di dekat kita..
mengerti kadang kita harus bekerja sendiri..
mengerti semuanya butuh waktu..
mengerti tidak semua orang yang kita sayangi juga menyayangi kita..
mengerti tiap pertemuan ada perpisahan..
mengerti akan kata menyerah..
mengerti akan kata tidak..
walau sedikit miris, kita akan bisa ikut bahagia..

tentang setia..
buah dari pohon percaya dan pupuk mengerti..
percaya dan mengerti satu sama lain..
berbunga sebagai sebuah keyakinan..
yang akan menjadi sebuah kesetiaan..

selama ini, aku mencoba untuk setia, menumbuhkan pohon kepercayaan dengan berton2 pupuk mengerti..Namun, bunga-bunga keyakinan yang tumbuh, kadang layu oleh hama kesepian dan badai buruk sangka..
Saat ini, aku hanya bisa setia padaNya.. Sang Maha Pencipta yang tak pernah kehabisan kasih untuk dibagi.. Juga pada teman-temanku tersayang, yang kuharap bisa terus bersama-sama denganku..

Salam, iLm

Lagi-Lagi Kamu

Lama tak melihatmu. Lama tak menyinggungmu. Lama tak menjadikanmu bagian dari kisah hidupku.

Bukannya aku lupa, bukannya aku tak peduli lagi, hanya saja akhir2 ini aku memang kehilanganmu. Sudah lama aku kehilangan kemampuan untuk tertawa lepas. Padahal, sebenarnya hanya dengan mengingatmu aku bisa tersenyum. Ah, kau memang aneh. Jangan-jangan, kau itu sejenis virus yang bisa menyusup dan mengacau sistem operasional pusatku.

Hey, kamu sepertinya baik-baik saja. Syukurlah. Semoga kau bisa tetap senang, dan kesenanganmu dapat kau tularkan padaku.

Saat memikirkanmu, aku merasa tenang, tapi, kaulah yang paling sering membuatku tak tenang. Apa pun tentangmu membuatku sensitif. Oh, sepertinya kau benar2 virus.

Nampaknya aku sudah benar2 terinfeksi olehmu.

Tentang Kamu (lagi)

Sebenarnya, ada banyak sekali hal tentangmu. Banyak sekali tanya dalam kepalaku saat aku sedang sendiri mengingatmu. Namun, saat kita bertemu, saat kita berhadapan, semua itu seperti hilang. Seolah hadirmu cukup untuk semua tanyaku. Seolah dengan tiap temu kita yang tak pernah membuatku berhasil menatap matamu cukup untuk pengisi semangatku menyelesaikan tanggung jawab. Read more…

sebuah permintaan…

by AmaliYah ILm on Friday, April 16, 2010 at 11:39pm

 

tulisan ini kudedikasikan pada dia, dia, dia, dia, dia, dia, dia, dia, dan….. dia

aku menulis ini untuk tiap orang yang kukecewakan…
untuk mereka yang pernah berbalik dari hadapanku dan diam2 mengusap air matanya…
untuk mereka yang pernah diam terpaku di hadapanku dan memendam luka di hatinya…
untuk mereka yang masih berusaha menyisakan senyum untukku walau telah kuremukkan harapnya…
untuk mereka yang pernah berkata padaku, “tolong”, dan akhirnya harus kubalas dengan kata ‘”tidak”
untuk mereka yang pernah kutinggalkan dengan setumpuk pekerjaan yang seharusnya tanggung jawabku..
untuk mereka yang pernah sendirian di saat seharusnya aku ada di sisinya…

ku tau aku jahat
ku tau aku egois
ku tau aku tak acuh

aku menulis ini bukan untuk membela diri
aku menulis ini bukan untuk mencari pembenaran..

aku menulis ini untuk menyampaikan…
M. A. A. F

karena aku tak sempurna
pun aku memang egois
aku pun tak super
sungguh, aku hanya manusia biasa

aku terlalu punya banyak keinginan
aku terlalu pemimpi
salahkan saja aku untuk keinginan kerasku menyelesaikan semua yang sudah kumulai
salahkan saja aku untuk sikapku yang mundur atau lari sebelum diberi tanggung jawab
salahkan juga aku untuk tiap tanggung jawab yang akhirnya tak sanggup ku selesaikan

tulisan ini juga untuk dia, dia, dia, dia, dia, dia, dia, dia, dan….. dia

kutulis untuk dia yang pernah menegurku atas kesalahanku
untuk dia yang pernah menusukkan kata2 tajam yang hingga saat ini tertancap dalam memoriku
untuk dia yang pernah menurunkan semangatku pada sesuatu yang sebenarnya sudah siap kuselesaikan..
untuk dia yang terang2an menyatakan keraguannya padaku
untuk dia juga yang masih mau mempercayaiku
juga untuknya yang menyimpan keraguannya dan memilih mundur tanpa kata

T.E.R.I.M.A K.A.S.I.H

aku takkan mampu menyelesaikan semua tanpamu, kamu, dirimu, dan kau
aku takkan bergerak sebelum kau datang padaku
aku takkan memulai sebelum kamu menegurku
aku takkan semangat sebelum dirimu menjatuhkanku
aku takkan membuktikan sebelum kau mengutarakan keraguanmu
aku takkan berusaha bila kau tak memercayaiku
pun aku takkan berbuat sebelum kau mundur

maka
lihatlah aku di sini
dengarkan kata2ku

M.A.A.F dan T.E.R.I.M.A K.A.S.I.H

aku akan mulai berjalan lagi
dengan atau tanpa dia, dia, dia, dia, dia, dia, dia, dia, dan….. dia

aku sendiri dengan mimpi2ku…

@bedroom:11.30 p.m (anggap saja)
16 April 2010

 

kutulis ulang ini untuk seseorang, yang memacuku menulis permintaan ini setengah tahun lalu. sekarang, setelah 6 bulan lewat lagi, aku masih ingin mengulang kata-kata ini. dengan kata maaf khusus untuknya. Maafkan aku yang mungkin membuatmu menghilang, maafkan aku yang saat itu juga sempat menghilang. Tapi, aku berjanji, kali ini aku tak akan menghilang, karena aku tak ingin ada orang lain yang merasakan hal yang sama denganku.