Posts tagged ‘FEM’

Happy 23rd dear FEM

Kamu ingat saat kita pertama ketemu? Saya sih tidak xd. Sepertinya kita sudah saling mengenal lebih dari separuh usia, saya yakin kamu cukup mengenal saya untuk tau saya bukan tipe orang yang sangat bersahabat dan mengingat detail hal-hal baru yang tampaknya tidak penting.  Jadi pertemuan pertama kita sekitar 12 tahun lalu bukan sesuatu yang akan saya ingat. Saya yang bahkan tidak punya teman yang berasal dari sekolah dasar yang sama, terlalu sibuk dengan dunia sendiri. Siapa yang tau 12 tahun kemudian, kita masih saling mengenal dekat, jadi teman baik, teman geng, atau lebih dekat lagi sahabat yang sudah seperti saudara?

Dua tahun di sekolah menengah pertama, tampaknya kita terlalu sibuk untuk saling menghapal ulang tahun masing-masing. Anak cupu yang kerjanya cuma belajar belajar dan belajar. Hahaha. (Nb: Mungkin bagi sebagian besar orang kita masih seperti itu.) Tapi saya cukup mengenalmu sebagai teman sekelas, cukup mengenalmu untuk tau kamu lebih muda dari saya, cukup mengenalmu untuk tau kamu bersekolah dasar di mana, cukup mengenalmu untuk tau sejak kapan kamu berhijab, dan ah, cukup mengenalmu untuk menyemangatiku tidak merasa terasing di sekolah menengah atas. Tahun-tahun berikutnya di sekolah menengah atas, kita selalu sekelas, dan sepertinya kita sudah tidak sesibuk itu sehingga kita sudah saling tahu ulang tahun masing-masing. Pernahkah kita merayakannya bersama? Hmm, entahlah. Saya juga sudah melupakan detailnya. Tapi saya cukup yakin kita pernah saling bertukar ucapan selamat, belajar bersama, heboh bersama, sibuk bersama. Putih abu-abu ya.

Masa selanjutnya sepertinya takkan cukup kata untuk menggambarkan. Terlalu banyak yang terjadi. Di hari lahirmu? Kejutan hadiah tawa heboh tersasar.. Hahaha, terlalu random untuk diingat. Apa yang saya ingat dan bayangkan saat menulis ini mungkin berbeda dengan yang kamu ingat dan bayangkan. Yah, serandom itu xd.

Ah, baca tulisan ini agak aneh, di beberapa titik saya seperti sedang akan menulis surat pengakuan cinta. Iyuh, tenang saja, saya masih normal. Tulisan ini kado terakhir saya akan menulis se sok dekat ini tentang kamu di hari lahirmu, karena tahun depan, kamu insya Allah sudah akan jadi seorang istri, mungkin segera jadi seorang ibu. Izinkan saya menyelipkan doa bahwa masing-masing dari kita juga sudah menemukan kesibukan masing-masing, lebih dekat untuk menyempurnakan agama.

Teriring doa untuk hari bahagiamu, semoga senantiasa dalam lindungan dan rahmat-Nya, diberkahi tiap langkah ke depannya. Jaga hati, jaga iman, jaga diri, sampai tiba hari-H.

Aamiin.

Nb: maafkan segala keabsurdan saya. Sudah terlalu lama tidak menulis xd.

ada pelangi untukmu

lelah dan tangis

sedih dan kecewa

berhari, berminggu

aura negatif

kuselimuti dengan semangat

izinkan pelangi memberi tawa

walau mungkin bulan yang kau harapkan

Ke”AKU”anku

“kau tahu?

aku..”

 

ini kalimat favorit yang paling sering aku gunakan bila menulis..mungkin, ini kali pertama aku menulisnya dengan menyadari keanehan ini..

tipikal tulisanku ini mungkin mencerminkan sikapku yang egois dan pemalas..seringkali aku berharap orang lain bisa membaca keinginanku..sangat sering aku menginginkan seseorang datang dan mewakili ku mengungkapkan isi hatiku..seolah2 orang2 lain d sekitarku begitu pandai dan perhatian padaku hingga mampu membaca tiap keinginanku..betapa malasnya aku bahkan untuk mengungkapkan isi hati dan pikiranku..

 

mungkin, ini bukan hanya tentang ke”AKU”anku..tiap orang pasti berharap ada yang bisa membaca apa yang tak mereka katakan..namun, hanya segelintir orang yang beruntung menemukan orang2 yang begitu menyayanginya..yang rela menghabiskan waktu berjam2 untuk menelponnya namun sama sekali tidak merasakan waktu yang telah berlalu..yang rela mengiriminya sms hanya untuk sekedar berkata “apa kabarmu hari ini?adakah sesuatu yang mengganggumu?” setiap harinya bahkan mungkin tiap jam saat mereka sedang tidak bersama..juga yang rela memenuhi inboxnya dengan namanya, hingga tak ada lagi sms yang bisa masuk..

 

kuhaturkan terima kasihku yang sebesar2nya untuk mereka yang telah merelakan sebagian besar waktunya untuk mengetahui masalahku, yang sangat jarang ingin kubagikan..sungguh, bahkan sekedar tanyamu tentang “ada apa?”, sudah membuatku percaya kau akan selalu ada untukku dan aku pun rela menyediakan waktuku untukmu..tapi maaf, kalo diamku membuatmu merasa tidak dihargai dan merasa aku tidak memerlukan perhatianmu..

 

kehadiran orang2 lain di sekitarku adalah anugerah terindah bagiku..hingga tak hanya ada aku dan ke”AKU”anku..hingga ini tak hanya tentang diriku dan saya..ini bisa menjadi tentang KITA..

 

aku masih berusaha..menerimamu yang telah kukecewakan..membuatku diterima walau telah berbuat salah..

tiap kebersamaan, akan ada saling sakit menyakiti, tapi juga harus ada saling bahagia membahagiakan..

izinkan aku mencari bahagiaku bersamamu..izinkan aku mencoba mengobati lukaku karena kutau lukamu setidaknya telah ada yang menutupi..

izinkan aku mencoba ikhlas dan tidak berpenyakit hati..izinkan aku berusaha memulai ikatan ini..

 

aku masih mencoba..

 

-AKU-

 

postingan ulang dari note di facebook, berhubung tidak berniat untuk mengurusi FB lagi, sy posting ulang tulisan2 pribadi dr FB^^

Hati dan Percaya

Ada yang bilang kepercayaan itu cuma satu, sekali hilang, dia tak akan kembali lagi. Menurutku yang cuma satu itu bukan kepercayaannya, tapi hati pemilik kepercayaan itu. Kalau kau dikhianati oleh orang yang tak ada di hatimu, bagimu itu tak akan ada artinya, kau mungkin hanya menganggapnya angin lalu. Tapi, bila kau dikhianati oleh orang yang ada di hatimu, hatimu akan ikut sakit, hatimu pun ikut hilang bersama kepercayaan itu.

 

Untuk mengembalikan kepercayaan itu, ada satu jalan untukmu. Cobalah untuk membuka hatimu. Karena hatimulah yang berperan untuk mengembalikan kepercayaan itu. Bila hatimu kembali, kepercayaan itu akan datang kembali.

 

Aku mengerti kau sakit, kawan. Hatimu merasa dikhianati. Tapi, itulah manusia, tak luput dari salah dan dosa. Mungkin tak kau sadari kau pun pernah menghilangkan kepercayaan orang yang menyayangimu, tapi percayalah, kau memang berharga untuk disayangi karena itu kau dimaafkan tanpa perlu kau ketahui. Begitupun dia, dia juga cukup berharga untuk mendapat maafmu.