Posts tagged ‘dokter’

11.12.13

hari ini tanggal 14.12.13

sudah lewat 3 hari sejak tanggal cantik itu. Cantik? tidak pernah memerhatikan sebenarnya. Hanya saja, 3 hari lalu, tidak lama setelah saya bangun, kabar itu datang. Pengumuman ujian yang ditunggu-tunggu. Yang membuat gelisah 3 bulan terakhir. Saya percaya kekuatan doa. Saya percaya Allah tidak akan memberi cobaan di luar kemampuan kita. Dan saya bersyukur, Allah memberikan jalan kelulusan untuk saya. Read more…

Jaga Hari Ini

Sekedar catatan, kalo datang jaga, jangan pernah berharap pasien itu nol, itu mimpi terindah yang hampir musatahil terwujud #sepi

Tetiba Rindu

Tiba-tiba saja aku rindu..pada suasana poli yg monoton..pada suasana ugd yg ramai..pada suasana OK yg gaduh gelisah..pada suasana bangsal yg suram..

Harap-harap cemas akan kemungkinan bertemu pasien yang membutuhkan lagi..wajah seperti apa yg akan sy tampilkan?

Seorang pemarah,kikuk,cengeng,dan manja,ingin sok jadi penolong mengobati pasien yang membutuhkan..

Bah,mau jadi dokter apa kamu?

Tuhan,masihkah ugd dan bangsal ramai saat ini?semoga tidak..itu berarti semua orang sehat2 saja malam ini..dokter dan petugas medis yg berjaga dapat istirahat dg tenang..
Jangan ada serangan fajar..
Jangan ada pasien d poli bsok..
Jangan lg ada yg sakit..

Bukakan pintu hati dan pikiran kami untuk berusaha saling memahami..

Stop Kriminalisasi Dokter

Seandainya saya menulis panjang kali lebar di sini tentang apa yang sedang disuarakan dokter-dokter di Indonesia, seberapa banyak tanggapan positif yang akan diperoleh dari kalangan non medis? 

Lebih banyak yang mencemooh.

Ketika dokter – dokter dengan jas putih kebesarannya turun ke jalan dan meliburkan kegiatan poliklinik, mereka dinilai tidak manusiawi karena katanya menelantarkan pasien. Mereka tidak tahu, atau mungkin menutup mata akan fakta bahwa Unit Gawat Darurat masih terbuka lebar dengan dokter-dokter yang berjaga 24 jam. Masih tetap melayani tiap pasien yang membutuhkan pertolongan segera.

Tapi orang-orang tidak akan mengerti. Terus saja mencemooh, dokter sudah kayak buruh, ikut2an demo. Pasien ditelantarkan, dokternya sibuk bagi2 bunga. Bah, Indonesia.

Lalu, isu utama pun dilupakan. Tidak kah orang2 ini bertanya kenapa dokter2 yang katanya berpendidikan tinggi itu sampe turun ke jalan, meliburkan poliklinik dan menelantarkan pasien seenak jidatnya untuk teman seprofesi mereka yang divonis bersalah oleh MA? 

Karena mereka tau teman mereka itu tidak salah. Teman mereka yang sudah menjalankan bantuan medis sesuai prosedur medis, dianggap lalai dan menyebabkan kematian di mata hukum. Berarti, semua yang dipelajari dokter itu selama bertahun-tahun, tiap detail prosedur nya, belum tentu benar di mata hukum? Lalu apa lagi yang bisa dijadikan acuan dokter-dokter itu untuk bekerja? Kitab Undang-Undang Hukum Pidana? 

Bah, mau bercuap2 bagaimana juga, negativisme yang muncul.

Sudahlah.

Masih banyak tumpukan buku yang harus dibaca.

Masih banyak tumpukan film yang harus ditonton. #eh 

Semangat, Dok. 

Semangat, Indonesia.

Semoga Indonesia bebas penyakit biar tidak butuh lagi sama dokter.

#sayangnyadokterkandunganakandibutuhkanselamaprosesreproduksiterusberjalan