Posts tagged ‘dia’

Peter Pan Complex

Pertama kali membaca istilah ini di blog seniorPeter pan complex merupakan suatu archetype psikologis yang mendeskripsikan seseorang yang secara emosional tidak pernah dewasa. Katanya orang-orang macam ini cenderung labil, mereka hanya ingin bersenang-senang, tanpa mau merasakan kesusahan. Read more…

Metamorfosis

Bulan lalu, sepertinya kepalaku penuh dengan seseorang, orang lain, sesuatu hal, hal lain, dan sebagainya. Begitu banyak hal yang kupikirkan. Labil? Iya, mungkin itu kata yang tepat.

Lalu, hal-hal itu sepertinya semakin tidak jelas dan tak kunjung selesai. Jadi aku berhenti. Tak mau lagi ambil pusing. Kucoba melihat semuanya dari sisi lain, dengan kepala dingin, hati tenang. Dan saya mendapati saya sudah bisa tersenyum tulus dan bahagia. Untuk semuanya.

Mungkin semuanya masih rusak. Tak ada yang berubah. Namun, kini semua terlihat berbeda, dengan sudut pandang yang berbeda. Karena aku berubah.

Aku belajar, tak semuanya bisa mendengarkan kita. Dunia tidak berputar di sekitar kita. Bahkan lebih sering dunia mengabaikan kita.

Hey, itu bukan kiamat. Terima lah kau tak didengarkan, dan belajarlah cara menyampaikan yang lebih baik. Terima lah kau tak diterima, dan belajarlah cara berbaur yang lebih baik.

Aku bukan malaikat, aku manusia biasa. Mungkin besok, aku akan labil kembali. Atau bahkan selesai aku memposting tulisan ini tiba-tiba saja aku mengutuk seseorang. Tapi aku akan terus belajar. Mengamati cara orang-orang tersenyum, mengamati cara orang-orang bersikap.

Aku pada dunia.

Salam, iLm

percaya,mengerti,setia.

tentang percaya..
selalu membuat hati kita tenang..
percaya ada orang lain yang bisa menyelesaikan pekerjaan kita..
percaya ada orang lain yang selalu melindungi kita..
percaya ada orang lain yang menyayangi kita..
percaya orang yang kita sayangi juga menyayangi kita..
percaya kita bisa menyelesaikan tanggung jawab kita..
percaya kita bisa melewati semua masalah..
kita bisa menangani apa pun..

tentang mengerti..
selalu membuat orang lain bahagia..
mengerti setiap orang memiliki masalah..
mengerti tidak selamanya seseorang akan ada di dekat kita..
mengerti kadang kita harus bekerja sendiri..
mengerti semuanya butuh waktu..
mengerti tidak semua orang yang kita sayangi juga menyayangi kita..
mengerti tiap pertemuan ada perpisahan..
mengerti akan kata menyerah..
mengerti akan kata tidak..
walau sedikit miris, kita akan bisa ikut bahagia..

tentang setia..
buah dari pohon percaya dan pupuk mengerti..
percaya dan mengerti satu sama lain..
berbunga sebagai sebuah keyakinan..
yang akan menjadi sebuah kesetiaan..

selama ini, aku mencoba untuk setia, menumbuhkan pohon kepercayaan dengan berton2 pupuk mengerti..Namun, bunga-bunga keyakinan yang tumbuh, kadang layu oleh hama kesepian dan badai buruk sangka..
Saat ini, aku hanya bisa setia padaNya.. Sang Maha Pencipta yang tak pernah kehabisan kasih untuk dibagi.. Juga pada teman-temanku tersayang, yang kuharap bisa terus bersama-sama denganku..

Salam, iLm

Kamu jadi Virus

Sangat tidak menyenangkan berada dalam kondisi ini. Kondisi tidak jelas yang sangat memudahkan qta terjangkit virus. Aku bertemu dia yang sangat berpotensi menjadi virus bagiku. Sebenarnya saat melihatnya tadi pagi sistem imunku masih cukup baik sehingga sama sekali tak mampu menembus mukosa kulitku. Tapi, saat plasma dan sel2 darahku berkurang, sistem pertahanan tubuhku semakin tak jelas. Aku bahkan tak mampu melihatnya dengan jelas.

Yang menyenangkan, bagaimana pun, saat suara bahagianya dihantarkan melalui reseptor auditoriku, seakan aliran listrik penyemangat ikut dihantarkan. Aku sadar, aku selalu menemukan energiku untuk interaksi denganmu. Jadi, kau adalah virus dan kau pula lah anti virusnya. Iya?

tidak terlalu jelas dengan isi tulisan ini, ” _ “

salam. ilm

Status

Beberapa hari lalu, saya mengupdate status di jejaring sosial seperti ini, “kalian berdua diciptakan untuk satu sama lain, aku, dia, dan yang lainnya hanya sebagai pelengkap^^“.

Bukan status yang aneh, kan? Status ini tidak benar2 kutujukan untuk siapapun, kalau ada yang merasa, saya juga tidak tau mau bilang apa.. Entah bersyukur atas kepekaannya atau malah minta maaf telah menyinggung.

Status ini mengundang komentar beberapa orang. Seharian saya tinggalkan, sudah membuat notifikasi saya penuh. Saya senang orang2 perhatian pada saya dengan mengomentari status saya. Namun, akhirnya status ini hanya sekedar jadi status yang ramai dengan ketidakjelasannya. Dia ramai pun bukan untukku, bukan karenaku, tapi lebih karena faktor orang lain. Lalu, status ini pun akhirnya tidak sampai pada maksudnya dan malah membuat suasana hati semakin tidak baik.

Tapi, cukup menyenangkan saat ada yang menyadari keberadaanku dan sedikit tujuan status ini. Akhirnya tiap tulisan memang tak ada yang sia-sia. Dengan caranya sendiri dia meninggalkan jejaknya di suatu tempat.

 

Salam, ilm

Lagi-Lagi Kamu

Lama tak melihatmu. Lama tak menyinggungmu. Lama tak menjadikanmu bagian dari kisah hidupku.

Bukannya aku lupa, bukannya aku tak peduli lagi, hanya saja akhir2 ini aku memang kehilanganmu. Sudah lama aku kehilangan kemampuan untuk tertawa lepas. Padahal, sebenarnya hanya dengan mengingatmu aku bisa tersenyum. Ah, kau memang aneh. Jangan-jangan, kau itu sejenis virus yang bisa menyusup dan mengacau sistem operasional pusatku.

Hey, kamu sepertinya baik-baik saja. Syukurlah. Semoga kau bisa tetap senang, dan kesenanganmu dapat kau tularkan padaku.

Saat memikirkanmu, aku merasa tenang, tapi, kaulah yang paling sering membuatku tak tenang. Apa pun tentangmu membuatku sensitif. Oh, sepertinya kau benar2 virus.

Nampaknya aku sudah benar2 terinfeksi olehmu.

Masih Tidak Bisa Baik

2 Januari 2011

Dear…

Sudah sekitar sembilan bulan berlalu sejak tangisan2 kekecewaan itu tumpah. Aku tak bisa lupa akan malam itu. Saat mereka semua saling menangis, saat mereka semua saling berkata sakit. Aku diam saja malam itu. Tak tau harus berkata apa. Bagaimana pun, mereka tak pernah benar2 membuat masalah denganku. Aku masih memilih mengacuhkan situasi itu, dan melihat akan jadi apa selanjutnya. Read more…