Posts from the ‘status’ Category

Otanjoubi Omedetou!

Eh, un, saya berpikir sekian lama apa sih yang bisa saya bikin buat kamu biar kamu bahagia terus? Biar serasa ada di surga selamanya, bukan cuma kena hembusan anginnya :p Hahaha, gajes. Tapi bukan ini pembahasannya. Ini tahap pembelaan diri. Saya mau membela diri soalnya nd punya hadiah 😦

Un, you know me so well lah. No details needed about me. Lah iya, wong ini bukan hariku :D.

Kadang, di satu saat, ada begitu banyak hal yang ingin kita sampaikan namun kehilangan kata-kata. Di suatu saat pula, kita tidak punya apa pun. Untuk unni, I lost my words. 

Inginnya saya ada di Jepun sana lagi main2 di pinggir, berbuat ketidakjelasan, Trus mengacaukan jadwalnya unni :D. Tapi apa daya, masih di sini, juga dengan ketidakjelasan.

Unni, all the best wishes for you. Tiap langkahmu, semoga berberkah. Jangan hiraukan mereka yang memandang sebelah mata, karena kamu jelas penuh dengan potensi, penuh dengan kebaikan, PENUH.

Unni, pulang ya tahun ini *matabelo *kedipkedip

maaf karena penuh ketidakjelasan, GCS masih 14 ini *ngantuk.

Salam,
ilm
-nakama

Advertisements

Resolusi

Ceritanya sih saya nda pernah bikin resolusi, tapi sepertinya saya harus setidaknya menulis ini di mana-mana untuk menghilangkan kebiasaan buruk XD

Resolusi 2015: harus berhenti menandai tiap tempat yang saya datangi dengan jatuh #lol

Memar di sisi yang satu belum ilang, nambah lagi di sisi yang lain. Nyeri yang satu masih berasa, nambah lagi yang lain..

Lama-lama saya bisa berhenti suka sama hujan #eh #salahsambung #tapinyambungkok

Kebodohan Hari Ini

Ne.. Hari ini saya berbuat bodoh. Mudah – mudahan tidak akan saya ulangi lagi. Sepertinya ada sedikit masalah kesadaran sampe2 tembok segede tembok ditabrak. Hehehe, apa sih ini.. -_-”

Apa pun deh..

EH, ini posting bulan Juli, ya? Wah, tidak sadar, sudah ganti bulan, ya? >_<

Hari Ini

Hari ini itu harusnya saya ujian. Well, memilih jalur hidup sebagai mahasiswa seumur hidup memang harus pasrah saja menerima ujian tanpa henti, sapa suruh mau kuliah di sini. Baru seminggu lalu saya menyelesaikan ujian di bagian terakhir kepaniteraan klinik tingkat I, sekarang saya harus mengikuti ujian lagi untuk melanjutkan ke tingkat II. Saya tidak mengerti, hobi begitu yah orang – orang bikin ujian. Nda capek apa ngurusnya?

Tapi, tapi, yah.. sudahlah.. Toh, ini bikin kita belajar lagi. Bikin saya mikir, Tuhan, apa sih yang saya dapat dari 9 bulan berputar – putar di rumah sakit. Sepertinya hampir tidak ada residu di lobus – lobus otakku. Nanti kalau saya benar – benar harus membuat keputusan sendiri, menegakkan diagnosis sendiri, menentukan tindakan sendiri, sanggup kah? Mudah – mudahan. >_< Read more…

Tidur

Boleh tidak malam ini saya tidur tenang dan tidak bangun sampai saya benar – benar ingin?
Boleh tidak malam ini memimpikan hal – hal indah tentang orang – orang yang saya sayangi?
Boleh tidak malam ini saya diiringi tidur dengan doa dan senyum terbaik?
Boleh tidak malam ini tanpa memikirkan apa pun, saya berangkat ke alam bawah sadar, dunia lain bernama mimpi?

Baiklah, semua in lebay.
Tapi izinkan saya istirahat tenang hari ini.
Kepala berat dan mata benar – benar sakit.
Jangan tanya kenapa, saya tidak menyediakan tempat di otak saya untuk menyimpan memori semacam itu.

Apa pun deh.
Salam sayang selalu, iLm 🙂

MMPI

Jangan tanya saya apa itu. Yang saya tahu, saya tadi siang harus mengerjakan tes ini dengan menjawab 567 soal dalam waktu kurang dari dua jam. Katanya ini untuk mendeteksi adanya gangguan mental sama kita. Nah, ada yang mau coba?

Pertanyaannya tidak susah, sama sekali tidak ada susahnya, cukup jawab ya/tidak, lingkari di kertas jawaban. Tidak perlu pikir lama – lama, tidak ada jawaban yang salah. Yang jadi masalah adalah tingkat kebosanan dalam mengerjakan soal – soalnya. Dengan jumlah soal yang naudzubillah, sekian pertanyaan dengan tema yng sama yang diulang – ulang, yang sampai bisa bikin pengen banget teriak, “Arrrrgggghhh, sudah saya bilang tidak, kenapa ditanya lagi?” :p

Well, sudahlah. Saya menunggu hasilnya saja. (Harap2 cemas takut ketauan gilanya :p

Salam, iLm

Terima Kasih

Makasih banyak doanya semua. Alhamdulillah saya sudah selesai ujian. Hasilnya? Mudah – mudahan baik – baik saja.

Bagian ini.. hmm, cukup menyenangkan lah. Santai, tapi, capek. Capek nunggu. Yang paling sering saya lakukan di sini adalah menunggu. Seperti yang selalu dikatakan oleh supervisor, jumlah kami terlalu banyak, tidak bisa diawasi semua, tidak bisa diajari semua, kita harus aktif. Tapi, tapi, kadang tuh saat kita mau belajar, kita malah dilarang. Nah lho? Hahaha. Gak jelas, ya? Sepertinya ini kebiasaan buruk, menulis tidak bisa terang – terangan, jadi kok kesannya setengah hati, ya? apa pun deh.

Intinya makasih banyak doanya. Saya doakan juga semuanya diberi kemudahan.

Salam sayang selalu, iLm