Posts from the ‘post’ Category

Merindu Kalian; Part 4 : Tentang Annisa Trie Anna

Dear Anna, apa kabar Pare-Pare? (entah kenapa yang ditanya kabarnya malah Pare-Pare :D)
Hai, the best, kindest, sweetest, prettiest, most amazing girl! (nah, ini baru beres nyapanya)

Kenal Annisa itu di tahun pertama SMA, 11 tahun yang lalu? Waw, tua ya kita 😀 . Kesan pertama : cute, diligent, friend-able 🙂 Kalau anak SMA punya kategori genk tertentu yang terdiri dari “The Most Popular” sampai “The Invisible”, Annisa sangat bisa jadi “The Most Popular” tp memilih menjadi “The Invisible” yang akhirnya membawa Annisa tetap jadi “Friend-able” buat semua. Saya ingat pernah minta Annisa jadi “HQJ (High Quality Jomblo)” untuk artikel Mading sekolah, dengan segera dia menolak trus bilang, “tidak”. Kenapa? Hei, Annisa, kamu ingat tidak kenapa? Saya ingat sih, tapi biarlah jadi rahasia perusahaan hehehe.

Saya ingat di akhir tahun SMA, saat banyak kegalauan akan melanjutkan ke mana, termasuk kegalauanmu. Mungkin dalam hati terdalammu, tidak segitunya yah mau jadi dokter. Jelaslah, Read more…

Advertisements

Merindu Kalian; Part 3: Tentang Desi Dwi Rosalia Ningsih Suparman

Hai, b’day girl!
Assalamualaykum warahmatullahi wabarakatuh.
How are you lately?

Ini tulisan kedua di blog ini tentang kamu. Kalau kamu masih ingat, beberapa tahun lalu sy pernah menulis tentang kamu juga di hari lahirmu.

sma

Saya mengenal kamu sejak lebih dari 13 tahun yang lalu. Tahu hal yang paling menakjubkan dari perjalanan 13 tahun ini? Kamu sama sekali tidak berubah! Sedangkan saya, jelas-jelas tambah tua 😦 . Saya masih menyimpan foto kelulusan SMP kita, foto itu diambil lebih dari 11 tahun yang lalu, saya yakin orang-orang bisa langsung menebak kamu yang mana sedangkan akan menatap tak percaya kalau kutunjukkan saya yang mana. Hahaha.

Read more…

Merindu Kalian; Part 2 : Tentang Yunialthy Dwia Pertiwi

Ternyata saya gagal memenuhi tantangan untuk diri sendiri T.T. Ini bagian kedua. Biasanya sih, kalau tidak ada keadaan khusus, beliau ini selalu teratas dan ternomor satu. Bosnya kami, penuntun jalan, yang selalu punya cara, selalu punya jalan, tidak pernah menyerah. Belum sampai dua bulan kita tak bersua, can’t help it but miss you alreadyRead more…

Merindu Kalian; Part 1: Tentang Andi Rahmayanti

2016 sudah hampir habis, tahun ini memang tahun yang luar biasa. Sebegitu luar biasanya sampai saya takut amnesia. Amnesia tentang kalian. Tahun ini membuktikan, kita sudah harus melangkah maju, sudah tidak bisa lagi menjadi seperti diri kita yang kemarin. Hai, kamu, iya, kamu. Kamu yang namanya ada di judul. Selamat, kamu jadi orang pertama yang “beruntung” sebagai pembuka challenge saya buat diri sendiri.

180970_1685146806982_1775459_n

baksos kader, 2009

Hai, puang andi dokter hits sekabupaten Pinrang? Duh, yang sibuknya minta ampun. Pagi di mana siang di mana, sore di sini, malam sudah di sono. Masih selalu punya segudang kemauan dengan banyak cara untuk mewujudkan. Satu yang pasti sih, you’ve changed for good in some way.  Read more…

Februari 2016

Wah, sebulan tanpa tulisan apa pun di blog ini.  Hampir dua bulan kalau sampai tanggal 17 tidak terisi juga XD

Januari itu lumayan..
lumayan melelahkan..
lumayan menyenangkan..
lumayan menyemangatkan..
hahaha, ini paduan katanya sudah sangat tidak jelas..

Mungkin saya sudah terlalu lama diam di zona nyaman. Untuk move on itu memang butuh banyak dorongan banyak kejadian banyak hentakan banyak naikan banyak turunan banyak.. oke, itu absurd. intinya, move on itu susah. karena berdiam di tempat yang aman selalu menyenangkan. Tanpa membuka lembaran baru yang menyusahkan, tanpa mengenal dunia baru yang belum tentu baik. Diam di zona nyaman dengan segala keamanannya. Tapi yah, memang kita tak bisa jalan di tempat. Ada saatnya kita harus bergerak maju. Ada saatnya kita harus melangkah mencari menerjang untuk selanjutnya jadi lebih baik. 😀

Selamat menjelang hari Jumat!

Salam,

-iLm

Happy 23rd dear FEM

Kamu ingat saat kita pertama ketemu? Saya sih tidak xd. Sepertinya kita sudah saling mengenal lebih dari separuh usia, saya yakin kamu cukup mengenal saya untuk tau saya bukan tipe orang yang sangat bersahabat dan mengingat detail hal-hal baru yang tampaknya tidak penting.  Jadi pertemuan pertama kita sekitar 12 tahun lalu bukan sesuatu yang akan saya ingat. Saya yang bahkan tidak punya teman yang berasal dari sekolah dasar yang sama, terlalu sibuk dengan dunia sendiri. Siapa yang tau 12 tahun kemudian, kita masih saling mengenal dekat, jadi teman baik, teman geng, atau lebih dekat lagi sahabat yang sudah seperti saudara?

Dua tahun di sekolah menengah pertama, tampaknya kita terlalu sibuk untuk saling menghapal ulang tahun masing-masing. Anak cupu yang kerjanya cuma belajar belajar dan belajar. Hahaha. (Nb: Mungkin bagi sebagian besar orang kita masih seperti itu.) Tapi saya cukup mengenalmu sebagai teman sekelas, cukup mengenalmu untuk tau kamu lebih muda dari saya, cukup mengenalmu untuk tau kamu bersekolah dasar di mana, cukup mengenalmu untuk tau sejak kapan kamu berhijab, dan ah, cukup mengenalmu untuk menyemangatiku tidak merasa terasing di sekolah menengah atas. Tahun-tahun berikutnya di sekolah menengah atas, kita selalu sekelas, dan sepertinya kita sudah tidak sesibuk itu sehingga kita sudah saling tahu ulang tahun masing-masing. Pernahkah kita merayakannya bersama? Hmm, entahlah. Saya juga sudah melupakan detailnya. Tapi saya cukup yakin kita pernah saling bertukar ucapan selamat, belajar bersama, heboh bersama, sibuk bersama. Putih abu-abu ya.

Masa selanjutnya sepertinya takkan cukup kata untuk menggambarkan. Terlalu banyak yang terjadi. Di hari lahirmu? Kejutan hadiah tawa heboh tersasar.. Hahaha, terlalu random untuk diingat. Apa yang saya ingat dan bayangkan saat menulis ini mungkin berbeda dengan yang kamu ingat dan bayangkan. Yah, serandom itu xd.

Ah, baca tulisan ini agak aneh, di beberapa titik saya seperti sedang akan menulis surat pengakuan cinta. Iyuh, tenang saja, saya masih normal. Tulisan ini kado terakhir saya akan menulis se sok dekat ini tentang kamu di hari lahirmu, karena tahun depan, kamu insya Allah sudah akan jadi seorang istri, mungkin segera jadi seorang ibu. Izinkan saya menyelipkan doa bahwa masing-masing dari kita juga sudah menemukan kesibukan masing-masing, lebih dekat untuk menyempurnakan agama.

Teriring doa untuk hari bahagiamu, semoga senantiasa dalam lindungan dan rahmat-Nya, diberkahi tiap langkah ke depannya. Jaga hati, jaga iman, jaga diri, sampai tiba hari-H.

Aamiin.

Nb: maafkan segala keabsurdan saya. Sudah terlalu lama tidak menulis xd.

Foto

image

Saya pertama kali baca ini beberapa tahun lalu. Waktu itu media sosial yang lagi booming kalo nda salah facebook. Itu juga pertama kali saya punya hape yang ada kameranya. Kayaknya saya pernah hobi foto selfie yang sudutnya selalu sama karena merasa itu yang paling bagus XD. Dan saya ingat, saya masih punya koleksi foto jaman itu. Beberapa ada yang pernah terupload di facebook, yang segera saya hapus satu-persatu setelah baca ini. Masa itu hal yang bikin saya cepat-cepat menghapus semua foto saya juga karena saya melihat fenomena orang-orang yang mensave foto orang lain yang disukai dari media sosial buat dijadikan koleksi. Bukan sekedar koleksi sih, pengobat rindu mungkin. Saya memang tidak punya penggemar, tapi yah, tidak ada salahnya kan berjaga-jaga. Setelah dipikir-pikir, saya tidak nyaman kalo ada yang menyimpan foto saya, mengamati saya, mengagumi (?) saya, kira-kira begitulah, mudah2an ada yang mengerti XD Rasa tidak nyaman menjadi pusat perhatian? Nah, itu mungkin. Apa yang ada di diri saya bukan untuk dinikmati banyak orang.
Tapi, bahkan ketika saya tidak menampilkan foto apa pun, orang-orang punya caranya sendiri untuk mengekspresikan kekaguman (?). Cara-cara aneh bagi saya yang akhirnya membuat saya mengganti nama akun media sosial yang awalnya nama lengkap menjadi nama panggilan. Bahkan sampai menutup media sosial saya dan lahirlah blog ini. Saya pernah bilang dulu, di awal saya membuat blog, tempat ini pelarian, dan sampai sekarang saya masih hobi lari XD.
Dengan semakin maraknya media sosial sekarang, bukan tidak mungkin saya khilaf. Apalagi membagikan foto dan keindahan lain sekarang jadi tambah gampang dengan adanya smartphone. Anggap saja tulisan ini sebagai pengingat. Pengingat biar saya tidak sembarangan share foto lagi. Termasuk lewat jalur pribadi karena jalur pribadi tidak selamanya memiliki akses pribadi. Terima kasih untuk orang-orang yang mengajarkan saya ini.
Buat saudariku yang cantik-cantik, saya penyuka keindahan, kadang melihat foto-foto yang cantik-cantik itu memberikan kebahagiaan tersendiri bagi saya. Ini hanya saya, saya perempuan normal. Kira-kira apa dampak kecantikan yang diumbar buat kaum lelaki? Rejeki atau berkah mungkin ya? Pandangan pertama iya, yang selanjutnya? Wallahu alam.
Yah, bagaimana pun, semuanya itu kembali lagi ke niat. Membagikan hal-hal indah lewat media sosial memang tidak ada salahnya. Tanpa niat pamer atau apapun namanya. Tapi, yang dibagikan itu bisa disalahgunakan tergantung niat yang melihat, kan?