Posts from the ‘curhat colong’ Category

Gagal Move On?

Kadang, saya berpikir berulang kali untuk mulai menulis. Perlukah tulisan ini saya bagikan. Pentingkah hal ini diketahui orang-orang. Memangnya orang mau tahu? Kadang mungkin saya lupa, orang-orang menulis karena dia ingin menulis, bukan agar dilihat orang lain.

Saya tahu saya seringkali berubah-ubah, jadi, karena sekarang saya sedang merasa ingin menuliskan sesuatu, saya akan menulis saja. Besok mungkin lain lagi.

Tentang memaafkan dan melupakan. “Forgive? Yes. Forget? Hmm..” Memaafkan dan melupakan itu dua hal yang berbeda atau beriringan kah? Bahagianya orang-orang yang bisa memaafkan dan melupakan kesalahan. Bukan hanya memaafkan dan melupakan kesalahan orang lain, tapi juga diri sendiri. Saya pribadi ada masalah dengan memaafkan dan melupakan ini. Tau rasa ketika kita begitu ingin melangkah maju tapi terus-terusan menengok ke belakang karena ada rasa yang tak terlupakan? Intinya gagal move on lah. XD

Tiap orang punya cara sendiri untuk melaluinya. Kadang, kesulitan melupakan itu membuat saya bertanya-tanya sendiri, apakah saya jadi pendendam? Semoga tidak.

#flightofidea #maafataskeabsurdannya

I.n.t.r.o.v.e.r.t

Ada kalanya berada di keramaian itu menyenangkan.
Menambah semangat.
Mengeluarkan sisi-sisi lain yang hanya muncul di keramaian.
Saya yakin seorang introvert selalu memiliki hal unik tersembunyi.
Ah, atau mungkin lebih tepat kalau memakai istilah tsundere, keliahatannya diam galak serius menyeramkan, tapi ketika didekati mengeluarkan sisi lain..
Oke, sepertinya semakin absurd. Hahaha

Intinya, ada masanya butuh keluar ke keramaian. Namun, selalu ada tempat dan waktu di mana ingin menikmati kesendirian. Kan?

Kerjaan Iseng

Sebagai orang yang sebagian besar waktunya teranggurkan, saya sempat melakukan kerjaan iseng kemarin. Ndak iseng-iseng amat sih sebenarnya.
Keisengan ini dimulai dari sakit telinga kanan bagian dalam sejak beberapa bulan yang lalu. Awalnya saya kira ada masalah telinga, sampai minta tolong beberapa orang untuk diperiksa. Hasilnya nihil, nd ada apa2 sama telinga saya.
Namun, sedikit demi sedikit, sakit yang awalnya cuma di telinga dalam merangsek ke rahang belakang hingga ke depan. Hilang timbul, hari ini muncul, hilang beberapa hari kemudian. Datang lagi bulan depan, menetap lagi, ilang, datang lagi dalam hitungan minggu, sampai akhirnya tidak hilang-hilang. Kalau lagi konsen sih kadang tidak terasa, tapi kalo lagi kosong bengong melompong, hiks, sakit.
Beberapa bulan sakit, mungkin cuma 3 butir obat yang pernah sy minum: 1 butir paracetamol, 1 butir ibuprofen, dan 1 butir bodrex. Masing2 pernah membantu sy tidur, bukan karena menghilangkan rasa sakit, tapi entah kenapa lebih ke membuat saya mengantuk. Hahaha.
Akhirnya, sy iseng ke dokter gigi. Dari sistem rujuk merujuk yang panjangnya luar biasa, saya dilayani kira2 5 dokter gigi. 1 dokter gigi puskesmas sombaopu, 2 dokter gigi rsud syekh yusuf, 1 dokter gigi rsud labuang baji, dan 1 dokter gigi pusat pelayanan kesehatan gigi makassar.
Dari kelima dokter di atas, tidak ada yang pelayanannya tidak memuaskan, terlepas dari jaminan kesehatan yang iseng saya pakai dan profesi saya. Dari lima orang dokternya, cuma satu yang akhirnya tahu profesi saya, sengaja memang, biar isengnya ndak bikin malu profesi 😀 Terima kasih banyak ya dok untuk semua bantuannya. Walau belum sembuh, setidaknya saya jadi tau causa sakit saya dan tidak mengawang2 harus ngapain lagi.

Oke, sedikit kesimpulan dari perjalanan iseng saya mengenai pelayanan kesehatan yang saya terima sebagai pasien “biasa”. Pelayanannya cukup memuaskan. Mungkin bisa lebih baik apabila sistem di dalamnya lebih diperbaiki. Termasuk kejelasan mekanisme rujukan dan lamanya waktu tunggu terbuang sia-sia. Selama ini, saya taunya melayani dan masa bodoh dengan sistem, cuma bisa bilang, “kasiannya, lamanya menunggu”, tapi, setelah merasakan sendiri, saya tau apa yang bisa saya lakukan adalah setidaknya mendengarkan dengan baik keluh kesah pasien, memberi saran terbaik, dan mencari tau mekanisme layanan dengan jaminan sebaik-baiknya. Jangan bermuka masam, cobalah untuk selalu tersenyum, karena senyum adalah obat tersendiri. 
Nb: special thanks untuk drg. yang mendengarkan cerita dan keluhan saya secara keseluruhan, mencarikan solusi terbaik tanpa memasang tampang bosan ataupun lelah, bahkan sama sekali tidak memberi kesan “tidak ingin mendengar lagi” saat saya terus bercerita. Tanpa tau profesi saya, saya mendapatkan pelayanan terbaik di tengah sistem yang aneh.
Oh iya, terima kasih untuk pemerintah untuk program layanan kesehatan gratisnya, walau pencairan dana untuk pemberi yankes lebih sering mandek, sebagai pasien, saya cukup berterima kasih.

Salam, ilm

Yume

Allah paling tahu keinginan terbesarku sekarang..
May Allah grant all our wishes..
Aamiin..

Be better day by day..
Ganbarou.. #yahoo

Yes, I am

image

Menurutmu, apa yang ada di pikiran orang-orang yang menulis dan membagikan ini pada dunia? Seberapa bahagia kah mereka saat menulisnya? Atau adakah rasa lain selain “cinta” pada pekerjaannya?

Bagiku, membagikan ini pada dunia, sama seperti mencambuk diri sendiri. Karena di dunia nyata, tidak semudah itu merasakan dan menyatakan kecintaan pada pekerjaan. Penulis paling handal dan penuh imajinasi pun bisa terkena writer’s block, menurutmu, saat kamu bekerja dan tak pernah tidur serta libur, digaji pun seenaknya, kamu akan benar-benar baik-baik saja? Ada sesuatu yang akan membuat kita butuh menyatakan dan membagikan kata-kata seperti di atas, agar kita ingat, mengapa kita mengerjakan apa yang kita kerjakan saat ini, agar kita ingat, bagaimana kita mencintai apa yang kita kerjakan saat ini.

Mungkin bukan sekarang, karena tak selamanya kita tidak tidur, tidak libur, dan tidak digaji. Mungkin, itu adalah kata tolong sekaligus bantuan yang diberikan diri sendiri. Hingga saatnya tiba kita benar-benar tidur, tidak libur, tidak digaji, kita masih bisa berkata, “Ya, ini pekerjaan saya. Dan saya mencintai apa yang saya kerjakan.”

Rindu

Ketika hati merindu..
Tak ada yang beres dalam pekerjaan..
Pikiran waras ingin berhenti..
Tapi hati berkata lain..
Hanya terus teriak rindu..

Huaaa, saya mau pulaaanggg T.T

Jaga Hari Ini

Sekedar catatan, kalo datang jaga, jangan pernah berharap pasien itu nol, itu mimpi terindah yang hampir musatahil terwujud #sepi