17 Agustus 2017

Tanggalnya bagus,  ya?  Hari yang baik untuk penyegaran 😊

Saya selalu suka angka 17, kenapa?  Yah,  karena angkanya bagus hahaha. Alasannya sederhana,  tapi biarlah tak usah diulang-ulang. 

Saya mau mundur sejenak setahun ke belakang.  17 Agustus 2016, mungkin, inilah satu tanggal 17 yang sama sekali tak ada semangat perayaan buat saya.  Sama sekali tidak menyadari tentang upacara bendera, megahnya perayaan kemerdekaan Indonesia,  atau sekedar merayakan tanggal 17 yang datang lagi. Hari sebelumnya, 160816, tanggalnya bagus ya?  Heeh, tidak terlalu buat saya. Kamu tahu salah satu hal paling sulit untuk tenaga medis? “Menyampaikan kabar buruk”. Lebih sulit lagi untuk mendeklarasikan pada keluarga sendiri.  Yang mengenalmu sedari kamu belum bisa mengenali cahaya,  mendidik dan membesarkanmu. 

Ini kali kedua. Kali kedua dan sama sekali tidak membuat saya lebih mahir.  Sedari pagi, yang bisa saya lakukan hanya berjaga dan melakukan hal-hal remeh. Sekedar berkata-kata pun tak mampu. Saya mungkin butuh sedikit sentakan agar sadar. Yah, biarpun sadar,  saya toh tidak bisa berbuat apa-apa. Satu-satunya hal berguna yang saya lakukan hari itu mungkin hanya keberanian untuk menyatakan “Ndak adami”. Lalu selanjutnya?  Apa ya?  Saya mungkin cuma jadi robot yang mengikuti perintah. 

Kehilangan itu tidak pernah menjadi lebih baik biarpun kita sudah pernah mengalaminya sebelumnya. Teriring doa buat enjuk.  Maaf karena selalu membuat marah.  Maaf tidak bisa bersabar.  Maaf tidak bisa berbuat banyak. Banyak harapan mungkin yang belum terwujud. Terima kasih untuk kasih sayang, ocehan,  ceramah,  petuah,  nasihat,  omelan,  kisah-kisah yang mungkin hanya sepersekian yang benar-benar saya maknai (saya memang nakal 😭). Saya kadang lupa, saat saya sibuk menjadi dewasa dan mengembangkan diri, orang-orang yang mendewasakan saya tak lagi seperti dulu. 

Nah lho,kok jadi begini yah tulisannya -_-

Lanjut ah, setahun lalu juga, 170816, saya punya ponakan baruuu!  Yeay! Dear Attar,  bocil,  perjuangan mama papa mu untuk menghadirkanmu ke dunia itu penuh drama kayak roller coaster.  Mereka orang tua hebat. Kalau suatu saat kamu nyasar ke sini dan membaca ini,  kamu harus tahu, mama papa mu mungkin terkadang terlihat menyebalkan, tapi mereka tetap mama papa terbaik yang kamu punya. Saya pernah bilang kalau saya tidak akan menulis lagi tentang mama mu di sini,  karena ia sudah memasuki babak baru yang sebagian besar tidak saya ketahui dan tidak bisa masuki.  Tapi, 14 tahun mengenalnya, (sangat sebentar dibandingkan waktu yang insya Allah akan kamu lalui ke depannya) setidaknya saya pernah ada dalam satu episode yang dilaluinya, mengenalnya cukup untuk bercerita padamu. Sehat selalu, bocil. Sehat selalu untuk kedua orangtua mu. 

Ah,  setahun ini.  Penuh drama juga sebenarnya.  Ada pertemuan, ada perpisahan. Ada harap, ada kecewa.  Ada kebahagiaan, ada kesedihan.  Ada yang menemukan, ada yang kehilangan. Ada yang meninggalkan, ada yang ditinggalkan.  Ada yang mempertahankan,  ada yang memilih berpisah. 

Hai, kamu. Yang namanya terselip dalam doa. Sehat dan sukses selalu sampai kita bertemu lagi. 
170817

Salam, ilm

Advertisements