Dear Anna, apa kabar Pare-Pare? (entah kenapa yang ditanya kabarnya malah Pare-Pare :D)
Hai, the best, kindest, sweetest, prettiest, most amazing girl! (nah, ini baru beres nyapanya)

Kenal Annisa itu di tahun pertama SMA, 11 tahun yang lalu? Waw, tua ya kita πŸ˜€ . Kesan pertama : cute, diligent, friend-able πŸ™‚ Kalau anak SMA punya kategori genk tertentu yang terdiri dari “The Most Popular” sampai “The Invisible”, Annisa sangat bisa jadi “The Most Popular” tp memilih menjadi “The Invisible” yang akhirnya membawa Annisa tetap jadi “Friend-able” buat semua. Saya ingat pernah minta Annisa jadi “HQJ (High Quality Jomblo)” untuk artikel Mading sekolah, dengan segera dia menolak trus bilang, “tidak”. Kenapa? Hei, Annisa, kamu ingat tidak kenapa? Saya ingat sih, tapi biarlah jadi rahasia perusahaan hehehe.

Saya ingat di akhir tahun SMA, saat banyak kegalauan akan melanjutkan ke mana, termasuk kegalauanmu. Mungkin dalam hati terdalammu, tidak segitunya yah mau jadi dokter. Jelaslah, kamu punya sekian rencana, jadi dokter ada di urutan berapa, ya? Well, kamu tahu yang namanya jodoh? Kuanggap saja kita berjodoh untuk dipertemukan sebagai “sahabat” seumur hidup dunia akhirat. Aamiin.

Oste08last

Oste08last

Anna, yang paling menyenangkan dari perjalanan sebagai satu angkatan 2008 adalah cerita di sepanjang perjalanan pulang. Pete-pete 07 jadi saksi semua kegilaan kita. Hahaha. Mulai dari saksi kelelahan kita sampai sering tidak menyadari sudah tiba di tujuan karena ketiduran, hingga saksi kehebohan yang sering menganggap pete2 milik pribadi (lebih ke nd tahu malu sih sebenarnya πŸ˜€ ). Takkan terulang sih ya masa-masa itu. Kapan lagi coba kita bisa sampai nonton bareng di Pete2. Hahaha. Copy film terus file subtitle nya nd sinkron, sampai buka tab yang berbeda biar bisa nonton sambil memahami bukan cuma bahasa qalbu, dengan laptop layar 10 inch, dibuka tidak penuh untuk liat subtitile (ini jaman awal kita mengenal nonton film pakai laptop, mana tau ada aplikasi buat edit timing subtitle -_-). Terus habis nonton Anna bakal googling cari info aktor/aktris yang menarik. Hahaha, masa laluuu.

ah, cukup mengenang masa lalu #tsah. Mari mengingat Annisa lagi. Anna, adalah teman paling baiiiikkkk, tidak ada teman mana pun dari Anna yang akan menganggapnya jahat. Jelas lah, jangankan teman sendiri yah, habis dimarahi keluarga pasien saja dia yang akan minta maaf duluan karena ikutan berbicara dengan suara tinggi. Anna yang akan pusing setengah mati apabila telah membuat orang lain jengkel, Anna yang semarah apa pun tetap akan mencari sesuatu yang salah dari dirinya. Yang paling terbuka dan siap menerima masukan, pendapat, cerita, tanggapan, dan akan benar-benar memperimbangkan semuanya. Nah, benar-benar tipe orang yang sangat menyenangkan untuk dijadikan pegangan, kan? Apalagi pasangan hidup. #eh Buat yang lagi cari pendamping, Annisa masih available nih. Tipe? hmm, yang tidak menyebalkan. #eh Tapi sepertinya Anna sedang tidak fokus mencari pasangan hidup sih, tapi mana tau jodohnya lagi lewat di sini, tenang, Anna masih available buat dilamar. Hahaha (habis ini sembunyi di kolong tempat tidur ah, sebelum dibombardir sama Annisa).

internsip 2014-2015

internsip 2014-2015

Anna, setahun di daerah orang, seberapa banyak memengaruhi kita? Di sini, sekali lagi terbukti, kamu adalah orang paling baik, sabar, cantik, dan … kece deh. Hahaha. Empat bulan awal di sini, mungkin, segala yang terjadi adalah gambaran tentang bagaimana lah kita saat menghadapi dunia luar. Dan Anna, kamu jelas-jelas mengatasinya dengan baik. Ledakan kemarahan, emosimu, dengan caramu sendiri, tersalurkan dan berdampak positif. Kamu mungkin marah, emosi, dendam, tapi, menyakiti orang lain karenanya, sama sekali tidak! Anna, kamu itu tipe orang yang sangat mudah untuk disukai, dan sangat sulit untuk menemukan alasan membenci. Sekedar saran sih, berbaik hati dan bersimpatilah pada orang-orang yang menyukaimu, mau bagaimana lagi, itulah kamu. “Love-able”

Cuma Anna orangnya, yang setelah membicarakan keburukan orang lain karena dibuat kesal kemudian mengatai dirinya sendiri jahat. Anna si anak bungsu yang selalu berusaha membahagiakan keluarga. Selalu menempatkan keluarga di urutan teratas.

Lalu, masa-masa CPNS. Ah, Anna, ide dari mana itu kamu menemukan Pare-Pare? Sekali lagi saya mau bilang, itulah yang namanya jodoh. Perjuangan pendaftaran, kumpul berkas, bolak-balik Pare2 – Jeneponto, belajar belajar belajar, sampai akhirnya pengumuman kelulusan, urus-urus penempatan, pasrah, sampai akhirnya Pare! Yang dulunya tidak betah, selalu mau pulang, sampai akhirnya menemukan kebahagiaan sendiri. Insya Allah berkah yah, Annisa.

Anna, you’ve been so much better than eleven years ago. Maybe I don’t know you that much, but, you’ll always be loved!

Selamat berjuang untuk meraih semua yang kamu cita-citakan, Annisa.
Please keep in mind that you’re great!
Jangan ragu untuk menceritakan keluh kesahmu, saya tau sih saya bukan pendengar yang baik, tapi mudah-mudahan dengan sedikit berbagi, kamu bisa merasa lebih baik.
Jangan khawatir untuk masa ke depan, jodoh pasti bertamu #eh #salfok
Ulang! Jangan khawatir untuk masa depan, rezeki tak akan tertukar.
Kamu mungkin merasa sedih ketika melihat orang-orang melangkah maju tapi kamu hanya bisa tinggal diam.
Tapi, percaya yah, Anna, jalan terbaik yang menanti di depan sana.

Saya sebenarnya mau berhenti menulis dengan paragraf di atas, jumlah katanya tadi bagus deh, 777 hahaha
Tapi saya belum menutup tulisan ini dengan baik dan benar. Jadi, sejuta sayang rindu saya kirim buat Anna. Selalu mandiri dan tak mau merepotkan orang lain. Walau sebenarnya sangat ingin juga diperhatikan. πŸ˜€ Doa-doa terbaik buat Anna, semoga menemukan jalan terbaik untuk menjadi yang terbaik. Eh, apa sih ini.

Lots of love,

-iLm

Advertisements