Archive for July, 2015

Happy 23rd dear FEM

Kamu ingat saat kita pertama ketemu? Saya sih tidak xd. Sepertinya kita sudah saling mengenal lebih dari separuh usia, saya yakin kamu cukup mengenal saya untuk tau saya bukan tipe orang yang sangat bersahabat dan mengingat detail hal-hal baru yang tampaknya tidak penting.  Jadi pertemuan pertama kita sekitar 12 tahun lalu bukan sesuatu yang akan saya ingat. Saya yang bahkan tidak punya teman yang berasal dari sekolah dasar yang sama, terlalu sibuk dengan dunia sendiri. Siapa yang tau 12 tahun kemudian, kita masih saling mengenal dekat, jadi teman baik, teman geng, atau lebih dekat lagi sahabat yang sudah seperti saudara?

Dua tahun di sekolah menengah pertama, tampaknya kita terlalu sibuk untuk saling menghapal ulang tahun masing-masing. Anak cupu yang kerjanya cuma belajar belajar dan belajar. Hahaha. (Nb: Mungkin bagi sebagian besar orang kita masih seperti itu.) Tapi saya cukup mengenalmu sebagai teman sekelas, cukup mengenalmu untuk tau kamu lebih muda dari saya, cukup mengenalmu untuk tau kamu bersekolah dasar di mana, cukup mengenalmu untuk tau sejak kapan kamu berhijab, dan ah, cukup mengenalmu untuk menyemangatiku tidak merasa terasing di sekolah menengah atas. Tahun-tahun berikutnya di sekolah menengah atas, kita selalu sekelas, dan sepertinya kita sudah tidak sesibuk itu sehingga kita sudah saling tahu ulang tahun masing-masing. Pernahkah kita merayakannya bersama? Hmm, entahlah. Saya juga sudah melupakan detailnya. Tapi saya cukup yakin kita pernah saling bertukar ucapan selamat, belajar bersama, heboh bersama, sibuk bersama. Putih abu-abu ya.

Masa selanjutnya sepertinya takkan cukup kata untuk menggambarkan. Terlalu banyak yang terjadi. Di hari lahirmu? Kejutan hadiah tawa heboh tersasar.. Hahaha, terlalu random untuk diingat. Apa yang saya ingat dan bayangkan saat menulis ini mungkin berbeda dengan yang kamu ingat dan bayangkan. Yah, serandom itu xd.

Ah, baca tulisan ini agak aneh, di beberapa titik saya seperti sedang akan menulis surat pengakuan cinta. Iyuh, tenang saja, saya masih normal. Tulisan ini kado terakhir saya akan menulis se sok dekat ini tentang kamu di hari lahirmu, karena tahun depan, kamu insya Allah sudah akan jadi seorang istri, mungkin segera jadi seorang ibu. Izinkan saya menyelipkan doa bahwa masing-masing dari kita juga sudah menemukan kesibukan masing-masing, lebih dekat untuk menyempurnakan agama.

Teriring doa untuk hari bahagiamu, semoga senantiasa dalam lindungan dan rahmat-Nya, diberkahi tiap langkah ke depannya. Jaga hati, jaga iman, jaga diri, sampai tiba hari-H.

Aamiin.

Nb: maafkan segala keabsurdan saya. Sudah terlalu lama tidak menulis xd.

Wattpad

Setelah sekian lama frustrasi sama aplikasi yang banyak makan memori hape ini, dengan berat hati dilogout dan say goodbye sama cerita-cerita favorit yang sudah dihapus authornya tapi dengan ajaib masih tersave di hape dan bisa saya baca lagi dan lagi biarpun sudah berulang kali library nya terefresh.. So, dadah You nya alvikadae, dadah over the rain nya asharliz, TKI nya naiqueen, dan lain-lain. Hiks. Semoga versi cetaknya bisa segera saya temukan di toko buku.
Pengalaman sangat jarang menemukan novel watty di gramedia.

Welcome cerita-cerita baru.. Yeay! Move on!

Selfish

Salah satu yang selalu membuat saya malas berkendara keluar rumah adalah parkir. Dengan skill yang pas-pasan, yang paling membuat frustrasi adalah ketika sulit menemukan lahan parkir yang tidak menganggu orang lain. Parkir di bahu jalan, di depan pagar rumah orang lain, atau bahkan di tengah jalan. Sudah beberapa kali saya kesulitan masuk ke rumah karena pagar ditutupi mobil orang lain. Sudah terlalu sering terjebak macet karena deretan mobil terparkir sampai mengambil lebih dari setengah ruas jalan. Trotoar? Mimpi indah buat pejalan kaki. Atau sekedar posisi parkir yang mengambil terlalu banyak melewati garis parkir sehingga jatah 3 mobil jd hanya 2, bisa 2 hanya 1. Jadi, seberapa sering kita jadi pelaku parkir begini?

Itu baru satu. Belum memikirkan tindak semaunya sendiri sebagian besar pengguna jalan raya. Pantas yah ada istilah kawasan tertib lalu lintas. Karena melanggar rambu lalu lintas itu sudah terlalu biasa. Jalurnya mana mau ke mana dia di mana tiba-tiba ke mana.

Lucu ketika di lampu merah yang seharusnya belok kiri langsung, orang2 seenaknya mengambil jalur kiri itu dan marah saat diperingati dengan klakson seolah2 yang mau belok kiri langsung itu salah. Yang lucunya lagi ketika lampu lalu lintas sudah merah dan kendaraan di depan berhenti, kendaraan di belakang seenaknya mengklakson, prasangka baik, mungkin dia mau belok kiri, ternyata, mau melanggar lampu merah. Standing applause buat Indonesia!

Saat di jalan raya, berkendara, tolong jangan lupa, jalanan itu bukan punya kita. Ada banyak orang yang membutuhkan jalan. Cobalah saling mengerti, berkendaralah sesuai aturan dan taati rambu lalu lintas. Atau setidaknya, ingat untuk bersikap humble. Rendah hati dan tak egois.

#anotherabsurdtalk

Tuma’ninah

Salah satu saat yang paling menyenangkan dan menenangkan saat shalat, selain saat sujud dan rukuk.

Jeda, waktu tenang, waktu rileks, apa pun namanya, membuat saat menghadap-Nya lebih lebih dan lebih istimewa.

Mungkin begitu juga seharusnya dalam tiap kegiatan kita. Tak terburu2, tenang, memberi jeda, waktu kosong, sampai suatu saat kewajiban jadi kebutuhan yang menyenangkan nan menenangkan.

#flightofidea #coolingdown

Fanatik

Terlalu banyak waktu kosong akhir-akhir ini dan saya terlalu banyak membaca dan terlalu mau tau. Kadang takut jangan sampai saya hilang arah. Karena itu saya harus menulis ini.

Saya cinta Allah SWT, saya cinta Nabi Muhammad SAW, saya cinta AlQuran, saya cinta hadist. Itu fanatik? Oke, berarti saya fanatik. Lalu haruskah saya mendefenisikan rasa cinta itu? Itu privasi saya.

Cinta keyakinan kepercayaan itu naik turun. Kadang kita ada di suatu masa seperti semua cinta keyakinan dan kepercayaan itu entah di mana. Saat seperti itu, jangan lupa mencarinya.

Karena jodoh itu siapa yang tahu, kan?

#absurd #likeusual #whocare