Archive for February, 2015

Call me childish today..
But all I wanna do seems so far away so I just wanna let it all go..
Me and my dreams..
Always..

Advertisements

Yes, I am

image

Menurutmu, apa yang ada di pikiran orang-orang yang menulis dan membagikan ini pada dunia? Seberapa bahagia kah mereka saat menulisnya? Atau adakah rasa lain selain “cinta” pada pekerjaannya?

Bagiku, membagikan ini pada dunia, sama seperti mencambuk diri sendiri. Karena di dunia nyata, tidak semudah itu merasakan dan menyatakan kecintaan pada pekerjaan. Penulis paling handal dan penuh imajinasi pun bisa terkena writer’s block, menurutmu, saat kamu bekerja dan tak pernah tidur serta libur, digaji pun seenaknya, kamu akan benar-benar baik-baik saja? Ada sesuatu yang akan membuat kita butuh menyatakan dan membagikan kata-kata seperti di atas, agar kita ingat, mengapa kita mengerjakan apa yang kita kerjakan saat ini, agar kita ingat, bagaimana kita mencintai apa yang kita kerjakan saat ini.

Mungkin bukan sekarang, karena tak selamanya kita tidak tidur, tidak libur, dan tidak digaji. Mungkin, itu adalah kata tolong sekaligus bantuan yang diberikan diri sendiri. Hingga saatnya tiba kita benar-benar tidur, tidak libur, tidak digaji, kita masih bisa berkata, “Ya, ini pekerjaan saya. Dan saya mencintai apa yang saya kerjakan.”

Menyesal

Terkadang, keputusan-keputusan yang kita ambil itu tidak semuanya tampak berakhir baik. Dan saat semua doa benar-benar menemui jalan buntu, ada rasa aneh melihat orang lain bisa melakukan yang lebih baik. Kenapa saya tidak bisa seperti dia? Pemikiran-pemikiran ini bukan sekali dua kali mampir di kepala. Saat pemikiran itu muncul, rasa paling menonjol adalah kecewa pada diri sendiri. Kebaikan yang belum bisa kita capai, tidak berarti akhir dari semua jalan. Mengabarkan berita buruk memang bukan keahlian saya. Masalah dari berita buruk adalah kita harus mulai dengan fase penerimaan oleh diri sendiri, dan kita tidak boleh berlama-lama di fase ini, karena berita buruk harus disampaikan agar tidak berlarut-larut. Setelah itu fase menenangkan dan menghargai orang lain. Lalu, fase melangkah maju, kan?
Okay, move on. Be a better person day by day. Jangan manja.