Archive for March, 2014

Maret

Maret itu salah satu bulan yang saya sukai. Dan bulan ini hampir habis dengan saya lupa semuanya T_T

Bulan ini berlalu begitu saja, ketika saya mau mencoba lebih menikmati, saya hanya semakin merasa hambar.

Ah, sudahlah.

Oh iya, selamat hari lahir untuk semua yang ulang tahun bulan ini.

May Allah be with you forever.

Aamiin..

Advertisements

Melepas Penat

Saya tidak tau apa lagi apa yang saya pikirkan dan rasakan akhir Desember 2013 lalu saat memutuskan mencoba mengganti plat. Lupa selupa-lupanya seberapa excited saya tentang hal ini. Saya tidak akan menceritakan panjang lebar perjalanan pergantian plat ini. Di setiap keputusan, di setiap perubahan, pasti butuh adaptasi. Dan sesuatu yang baru tidak selalu semenyenangkan kita membayangkannya.

Ada banyak sekali hal yang terjadi, menjadi jobless setelah terbiasa tidak libur selama 5 tahun memang membuat saya menjadi lebih memiliki waktu berpikir. Dan apa yang saya pikirkan, apa yang saya rasakan akibat pemikiran itu kadang betul – betul out of control. T_T Untungnya, apa yang out of control belum membuat saya menangis, mungkin saya terganggu, mungkin saya tidak tenang, tapi, belum sanggup membuat saya menangis. Dari itu saya tahu, saya tidak sebegitu pedulinya dengan apa yang terjadi di sekitar saya.

Sejak tahun berganti ke 2014, hari yang paling membuat saya frustrasi hanya satu, 09 Februari 2014. Hari saat saya betul-betul merasa tidak berguna, hari di mana saya merasa benar-benar terlalu apati. Apa yang terjadi setelahnya, betapa bad mood nya saya, betapa keras saya berusaha, betapa suasana rumah tak lagi sama, hanyalah hal kecil yang bisa saya cari jalan keluarnya. Saya tidak pernah berpikir seberapa besar efek kehilangan di hari itu sampe memang benar-benar hilang. Suasana rumah, suasana hati penghuninya, suasana hati saya sendiri, berubah sangat banyak. Saya berjanji, hanya ini yang akan membuat saya menangis beberapa lama, hanya ini yang boleh menghancurkan tembok pertahanan yang saya bangun.

Saya sudah tidak mau peduli lagi. Sama siapa pun itu namanya, sama apa pun yang terjadi sama mereka, sama apa pun yang mereka lakukan. Terlalu banyak waktu saya buang kalau saya harus tau semuanya. Selama mereka tidak berbuat masalah, saya tidak akan cari masalah. Sekali lagi, saya berharap, beberapa tahun ke belakang, seberapa pun saya mungkin merasa menyesal dan hambar sekarang, saya akan bisa mengenang masa ini sebagai salah satu episode hidup untuk dikenang, sebagai satu episode di mana saya pernah bersenang-senang sambil melakukan sesuatu untuk orang lain.

Oh iya, penempatan masih akan ditunda sampai Mei. Mungkin saya salah sama sekali tidak gege berusaha mendesak percepatan, mungkin saya salah terlalu apati. Hanya saja, begitulah saya menjalani pendidikan saya 5 tahun terakhir. Pasrah dan menikmati bagaimana birokrat akan mengatur kehidupan. Seberapa pun tidak setujunya saya akan sistem yang tidak pernah jelas, saya memang tidak bisa berbuat apa-apa, atau mungkin terlalu apati untuk protes.  Terlalu banyak hal sebenarnya yang bisa saya protes dan sebelum memulainya saya sudah capek duluan XD. Apa yang terjadi di atas, seberapa banyak orang-orang di bawah menjadi korban, biarlah malaikat mencatat dan Tuhan membalas. Karena Ia maha adil. Kan?

Salam,
ilm