Love at first sight?

Aku tidak pernah bisa memahami pendapat ini. Bagaimana mungkin?

Ketika pertama kali mataku dan matamu bertemu, adakah sesuatu di situ? Bagiku, tidak.

Cinta ku, cinta mu, mulai ada jauh setelah pertama kali mataku dan matamu bertemu.

Bukan, ini bukan tentang takdir. Bukan tentang kebetulan kita harus sekelompok, bukan tentang kebetulan kita bertabrakan, bukan tentang kebetulan kita bertemu. Ini hanya tentang aku dan kamu yang entah kenapa sudah saling tak bisa diam ketika sudut mata kita saling menemukan satu sama lain. Ini hanya tentang aku dan kamu yang dengan refleks menjadi lebih diam satu sama lain, kehilangan kata bahkan untuk mereka.

Aku dan kamu tak punya banyak kisah tentang cinta. Adakah cinta itu? Ah, aku tak tahu. Kuharap…

Aku dan kamu dipersatukan oleh hal – hal aneh. Ketika aku menolak, ketika aku berhenti berharap, tiba – tiba saja kamu muncul. Kamu? Apa yang kamu pikirkan?

Ketika aku dan kamu tanpa kata saling berkomunikasi, aku takut. Aku dan kamu? Lalu akan menjadi apa? Sudahkah?

Cinta ku, cinta mu, aku benar- benar takut. Cukupkah cinta ini? Siapkah cinta ini?

Ah, kamu… Sudah cukup aku tentang kamu. Aku dan kamu, kamu dan aku, …

Aku tak tau lagi akan menjadi apa..

Saat cinta ku, cinta mu, mengambang seperti ini, aku tak berharap ada tali penahan untuk menjaga jarak kita. Cukuplah aku tahu pernah ada kamu, dan cukuplah kamu tahu pernah ada aku.

Aku tak mau berjanji. Aku juga tak butuh janjimu. Bila aku dan kamu suatu saat bisa tak lagi menjadi aku dan kamu, saat itulah janjiku padamu, dan janjimu pada ku.

Sampai saat itu, aku adalah aku, kamu adalah kamu.

-tentang aku yang bukan tentang aku-

Sincerely, me

Advertisements