Archive for September, 2010

about

Saya bukan orang baik. Saya bukan orang tegar. Saya bukan orang cerdas. Saya bukan orang pintar. Saya bukan orang yang peduli pada semua orang. Saya bukan orang yang senang menolong. Saya bukan orang yang senang bekerja.

Saya hanya orang bodoh yang kebetulan berhasil masuk ke fakultas kedokteran walau hanya menjawab 2 nomor soal fisika, menyalahi begitu banyak soal biologi, dan sotta’ di begitu banyak soal kimia. Saya hanya orang biasa yang senang dikenal dan mengenal berbagai macam orang. Saya hanya orang yang mau ditau. Saya orang yang senang berada di atas, dan benci ditinggal sendiri. Saya orang yang suka memerhatikan orang lain yang sibuk sendiri namun benci melihat kesibukan orang – orang yang sok sibuk.

Bahagia, Berbunga, Pasrah. Keep Spirit.^…

Bahagia, Berbunga, Pasrah.
Keep Spirit.^^

Pengajar, Pendidik, Pendamping

Yang menjadi pengajar itu harusnya bukan seorang yang cerdas yang dengan mudah dapat dapat memahami tumpukan bahan ajar. Yang menjadi pendidik harusnya bukan anak manis yang senantiasa bersikap baik dan tak pernah bermasalah. Yang menjadi pendamping harusnya bukan orang mandiri yang dapat mengarjakan dan menyelesaikan semua pekerjaannya sendiri.

Seorang pengajar haruslah seorang yang tahu betapa sulitnya mempelajari hal – hal baru, sulitnya menghapalkan nama – nama jenis tumbuhan, sulitnya menghitung 125 + 25, sulitnya mengukur mana utara dan selatan. Seorang pendidik haruslah seorang yang tahu cara membuat masalah dan menyelesaikannya. Seorang pendamping haruslah seorang yang senantiasa bersusah payah dan berusaha keras mencapa tujuannya.

agar para pengajar itu tahu,yang diajarnya tidaklah semua orang mampu dengan mudah paham. Agar para pendidik tahu, tidak semua orang itu bebas dari masalah. Dan agar para pendamping tahu, mereka dibutuhkan untuk mendampingi dan menemani, bukan untuk menyelesaikan masing – masing.

Debu, Pasir, Batu…

Menulis di atas pasir dimaknai sebagai menulis untuk melupakan. Tulisan di atas pasir itu seolah – olah curahan hati yang diperuntukkan pada angin agar dibawa menghilang bersama rasa dan cerita di dalamnya. Hal seperti ini sebenarnya bukan pekerjaan yang sulit (menulis di atas pasirnya), namun, orang lebih senang menulis di atas bongkahan batu, agar dapat selalu diingat.

Hari ini, kutuliskan satu kisah tentang sakit di atas pasir, dan kutuliskan kisah penyembuhan sakit itu di atas bongkahan batu. Lalu kuceritakan di sini untuk mengingatkan, orang – orang yang menyakiti itu pulalah yang dapat menyembuhkan. Ingat-ingatlah, mungkin hari ini kita telah membuat sakit, mari, jadi penyembuhnya.

Akan selalu kuingat betapa baiknya dan menyenangkannya senyum yang kudapatkan, keramahan, kebersamaan, dan kesenangan dengan mereka. Akan selalu kuingat desir – desir menggelitik yang lewat saat senyum – senyum dan tatapan – tatapan itu kudapatkan. Dan, akan kubiarkan rasa sakit itu diterbangkan angin bersama butiran pasir yang akhirnya meninggalkan jejaknya menuju tempat lain.

Aku masih tersenyum saat ini. Aku pun masih merasakan desir – desir menggelitik yang menenangkan. Pun, masih ada rasa sakit dan berat di pelupuk mata. Namun, saat terbangun esok hari, mungkin aku sudah lupa kenapa ada rasa sakit di pelupuk mataku, yang kuingat hanya, aku telah menulis lagi dengan senyum dan segenap perasaan gembira.

Untuk teman – temanku, sahabat terbaikku, pengisi hari dan hatiku, kukirimkan salam dan doa, semoga esok hari aku dan kalian terbangun dengan rasa senang dan saling mengingat kebahagiaan. Semoga esok hari kita bertemu tetap dalam lingkar ukhuwah.

Ana ukhibbukifillah^^..Loving U all as always..

Pena

Pena diciptakan untuk dipakai menulis. Mungkin usaha menulis bisa dimulai dengan mengumpulkan pena sebanyaknya. Namun, tak selamanya seseorang bisa menggunakan pena itu untuk menulis. Beberapa orang menulis dengan imajinasinya (rasanya buku2 best seller lebih sering hasil imajinasi daripada pengalman). Ada juga yang menulis berdasar apa yang sedang dia lihat dan dia rasakan. (Buku2 best seller entah tak bisa dikatakan juga kisah nyata tak terjual, namun, tak ada buku yang benar2 laris jika buku itu tampak sebagai curahan hati penulisnya).

Entah telah berapa banyak pena d dunia yang tak terpakai, teronggok d sudut meja atau terpuruk di kolong tempat tidur. Dari masing2 pena mungkin membawa setidaknya 1 inspirasi dari pemiliknya, yang sayangnya juga ikut teronggok dan terpuruk bersama penanya.

Tulisan ini ditulis (atau diketik?) hanya agar 1 inspirasi ini tidak ikut teronggok bersama kelelahan dan keletihan di sudut2 kamar. Semoga bisa membuat lebih banyak pena terpakai dan lebih banyak tulisan tertulis.

salam, -iLm-

@MYRC

Saya mau menulis tentang orang2 d sekitar saya. Tapi takutnya ada salah2 kata. Di sini tempat yang nyaman untuk lari dan menghilang. Tempat yang nyaman untuk bersantai. Namun tidak selamanya saya senang berada d sini. Ada kalanya saya memilih juga untuk lari dari tempat tenang ini, karena ketenangannya kadang mengacaukan.

Yah, Berhubung sudah ada yang protes gara2 saya menulis, saya akan berhenti sekarang. Mohon maaf atas segala salah kata. Mohon maaf kalo ada ketidakmengertian atas yang telah saya tulis.

Salam, ^iLm^

Diam

Katanya diamnya seorang wanita / cewek itu artinya iya. Tapi bagiku diam berarti ketidakyakinan dan keraguan akan kemampuan dan keberhasilan.