Terima Kasih

Makasih banyak doanya semua. Alhamdulillah saya sudah selesai ujian. Hasilnya? Mudah – mudahan baik – baik saja.

Bagian ini.. hmm, cukup menyenangkan lah. Santai, tapi, capek. Capek nunggu. Yang paling sering saya lakukan di sini adalah menunggu. Seperti yang selalu dikatakan oleh supervisor, jumlah kami terlalu banyak, tidak bisa diawasi semua, tidak bisa diajari semua, kita harus aktif. Tapi, tapi, kadang tuh saat kita mau belajar, kita malah dilarang. Nah lho? Hahaha. Gak jelas, ya? Sepertinya ini kebiasaan buruk, menulis tidak bisa terang – terangan, jadi kok kesannya setengah hati, ya? apa pun deh.

Intinya makasih banyak doanya. Saya doakan juga semuanya diberi kemudahan.

Salam sayang selalu, iLm

Doakan Saya

Saya menulis ini cuma mau bilang besok saya mau ujian, jadi tolong doakan saya.

Sekarang saya sedang butuh doa dan keajaiban.

Maaf gaje. Mohon doanya saja.

salam, iLm

Sedikit Galau, Boleh?

Akhir – akhir ini saya sering bergantung sama seseorang. Rasanya menyenangkan punya seseorang yang di tiap saat bisa tiba – tiba disms iseng sekedar bilang, `ngantuk` atau ‘macet’ dan segala hal absurd lainnya. Atau orang yang tiba – tiba telpon tengah malam untuk menanyakan hal tidak penting atau mengomentari hal – hal aneh tentangmu. Rasanya mungkin seperti ada pelangi mengiringi tiap hari. Hiah,apa coba?
Tapi,hal-hal seperti itu, tiba-tiba saja terasa aneh. Ada yang salah? Iya, ada. Bermain – main dg ketidakjelasan hati, dalam ikatan aneh yang belum waktunya.. Nah lho,apa sih?
Intinya saya mau bilang saya mau berhenti main – main. Lepas dari semua ketidakjelasan yang belum waktunya. Maaf, kalau saya seenaknya. Jangan marah,ya. Hanya saja, tiba – tiba saya seperti disadarkan, saya sedang melakukan sesuatu yang salah.
Ne,kk, daijoubu desu ka?
Saya percaya kok,semua akan indah pada waktunya.
Salam,ilm.

Quote

“Oniichan..

Apa yang kau pikirkan tentang cinta?

Cinta tidak mengenal masa lalu atau masa depan.

Cinta hanya alat untuk terhubung di saat penting.

Ketika kau merasa hatimu penuh dengan cinta di saat sekarang dan selanjutnya.

Hanya itu.

Dan ketika kau mencarinya, cinta ada di mana saja.”

-Akiyama Kanon : Innocent Love-

 

Silent Reader

Saya itu tipe silent reader yang senang membaca hasil tulisan orang lain dan jarang meninggalkan jejak. Kesenangan membaca yang bikin saya suka menulis, biar saya punya tulisan sendiri buat dibaca :p. Saya tidak tau apa hasil tulisan saya selama ini ada manfaatnya, tapi saya tidak mau terlalu peduli, yang penting saya menulis.

Well, saya menulis ini untuk mengucapkan terima kasih banyak untuk semua silent reader yang pernah nyasar ke sini. Walau tanpa jejak, ada rekaman kedatangan kok di site stats :p. Untuk sekian waktu ke depan, saya juga masih akan menjadi silent reader di berbagai tempat. Buat semua teman-teman, jangan terlalu memikirkan tulisan yang sepi komentar, kadang orang – orang benar – benar sudah tidak tau harus komentar apa sama tulisan yang dibaca, saking takjubnya (hahaha, menghibur diri sendiri :p).

Whatever.

Best regards, iLm

NB: besok saya mau baca, mohon doanya semua..

Btw, apa yang terjadi selama long weekend?

Dokter Itu Tidak Boleh Sakit

Menulis judul di atas, saya sendiri berasa mau protes, ih, dokter kan juga manusia. Bisa punya salah dan dosa. Well, tidak salah, kok. Hanya saja, dalam batas tertentu, kadang saya merasa dokter itu memang tidak boleh sakit.

Banyak kok orang mau jadi dokter. Tapi banyak juga yang jelas – jelas tidak mau jadi dokter. Nah, buat yang mau jadi dokter, harus siap – siap buang jauh – jauh keinginan untuk santai, bersenang – senang, dan mengerjakan tugas sesuai kata hati.

Beberapa hari lalu, di pembacaan teman saya, seorang supervisor mengomentari slide yang ditampilkan gara – gara ada tulisan yang ditampilkan sulit dibaca. Katanya, ” Kamu itu mau jadi dokter, kita dituntut sempurna di mana pun.” Saat itu, yang langsung saya pikirkan adalah, “Segitunya, cuma gara- gara itu. Dokter juga manusia kali..”

Tapi, kalau dipikir – pikir lagi, kesempurnaan dalam bekerja di bidang ini memang perlu. Dokter itu harusnya tahu mana yang bisa bikin dia sakit, mana yang dalam batasan sistem imun bisa tangani, wong tiap hari tuh dokter ceramah ke pasiennya, “Ibu, jangan begini, yah.. Dek, rajin-rajin ini.. Pak, harus teratur ini..” Jadi, kalau sampai ada dokter yang sakit, ceramah yang tiap hari dikasih ke pasien nya itu artinya tidak diterapkan sama dokternya sendiri, kan? Berarti dokternya yang salah, kan?

Rumah sakit, tempat dokter lalu lalang tiap hari, sesuai namanya emang tempat berkumpulnya segala macam penyakit. Kalo ditanya masalah faktor resiko penyakit yang “kontak dengan penderita”, tiap dokter jawabannya pasti positif, lha, siapa yang mau obati kalo dokternya sendiri tidak kontak sama pasien? Jadi, dokter harus ekstra hati-hati dalam bekerja, tidak boleh serampangan, tidak boleh lupa, tidak boleh malas, karena satu kesalahan kecil, bisa bikin si dokter jadi pasien selanjutnya. Hiah, alay.

Well, well, buat para dokter, calon dokter, asisten dokter, atau semua yang berhubungan dokter dan praktisi kesehatan, tolong jangan sakit. Jangan pernah berharap sakit apalagi cari penyakit. Kuman dan penyakit bertebaran di mana – mana, terima kasih banyak, Tuhan, untuk menciptakan yang namanya sistem imun untuk menangkal penyakit – penyakit yang senantiasa berkeliaran. Jadi jaga baik – baik si imun, yah, dok, jangan sampai dia kelelahan. Bisa -bisa dokter yang harusnya sembuhkan pasien malah jadi sumber penyakit.

Have a nice weekend all..

Best regards, iLm

Long Weekend

Terhitung besok adalah hari libur. Libur berarti saya bisa melakukan apa saja. Bangun jam berapa pun tanpa perlu memikirkan perjalanan jauh yang harus saya tempuh untuk tiba di tempat dinas. Tinggalkan rumah jam berapa pun tanpa harus was-was memikirkan kemacetan yang harus dilewati.

Ne.. minna san, isn’t this long weekend nice?

Untuk mereka yang besok harus menambah jam kerja demi kami-kami yang tidak masuk kerja, terima kasih banyak. Saya doakan mendapat rahmat dan berkah yang berlimpah. Yoroshiku onegaishimashu…

Happy Long Weekend..

Best Regards, iLm

The road not taken

by: Robert Frost

Two roads diverged in a yellow wood,
And sorry I could not travel both.
And be one traveler, long I stood.
And looked down one as far as I could.
To where it bent in the undergrowth;

Then took the other, as just as fair.
And having perhaps the better claim,
Because it was grassy and wanted wear;
Though as for that, the passing there.
Had worn them really about the same,

And both that morning equally lay.
In leaves no step had trodden black.
Oh, I kept the first for another day!
Yet knowing how way leads on to way,
I doubted if I should ever come back.

I shall be telling this with a sigh.
Somewhere ages and ages hence:
two roads diverged in a wood, and I –
I took the one less traveled by,
And that has made all the difference.

 

Tulisan lama terdampar di draft, baru nyadar, belum dipost.

Sudah lebih dari satu bulan terdampar.

Puisi ini saya cari setelah cerita2 sama senior di Sino, kk Ippank, tentang asal muasal puisi legendaris Sino.. #hiah, lebay…

Saya sempat cari puisi ini dalam bahasa Indonesia, nemu sih, tapi kok kayaknya artinya jadi beda, ya? Ya sudah, saya post dalam bahasa Alien saja. :P

“Jika di hutan terpencar dua jalan, aku akan memilih jalan yang jarang dilalui orang, dan itulah yang membuat berbeda.”

Btw, sepertinya sudah lama saya menelantarkan blog ini. Makasih banyak buat yang masih menyempatkan waktunya jalan-jalan ke sini, sementara saya sendiri sudah sangat jarang jalan-jalan. :p Saya tidak yakin bisa rajin-rajin post habis ini, tapi jangan bosan – bosan jalan-jalan, ya. Tolong ingatkan saya juga kalau blog ini butuh diisi. Onegai..

Best regards, iLm

Sedikit tentang Profesi

Banyak sekali orang yang mau berkecimpung di dunia kesehatan. Banyak sekali orang yang mau masuk di fakultas pencetak dokter,  sampai ada istilah fakultas kedokteran = fakultas sejuta umat.

Saya percaya, sebagian besar (tidak bisa bilang semuanya) mahasiswa fakultas kedokteran memilih kuliah di fakultas nya karena panggilan hati. Berharap nantinya ilmunya bisa berguna dan bermanfaat bagi orang banyak. Sudah mempersiapkan diri untuk belajar seumur hidup. Tapi… entah di mana yang salah, hanya sebagian kecil (tidak mau bilang nihil) keluaran fakultas sejuta umat ini yang masih mengingat tujuan awalnya.

Menilik proses yang dilewati, memang bukan sesuatu yang mudah. Banyak tekanan, banyak masalah, dengan begitu sedikit waktu. Setiap saat seolah mau sehari itu lebih dari 24 jam, atau maunya cepat-cepat berlalu. Dinamika keseharian di masa preklinik (masa kuliah sebelum berinteraksi dengan pasien) dan masa klinik (masa kepaniteraan klinik saat berinteraksi langsung dengan pasien) entah kenapa sangat sering membawa kita menuju jalan aneh dan melupakan tujuan.

Di saat lelah, semua pemikiran tentang “demi pasien” sering kali ditampik tak peduli. Memeriksa pasien baru yang seharusnya dengan teliti dan hati-hati, malah ala kadarnya dan saling tunjuk. Belajar ogah-ogahan, maunya liburan dan dapat nilai bagus saja. Hm.. Apa yang salah? Saya bingung..

Lagi – Lagi Tentang

Hari ini tentang apa ya? Sebenarnya, entah sejak kapan saya seperti kehilangan kemampuan bercerita. Padahal, ada begitu banyak hal untuk diceritakan.

Akhir – akhir ini, saya merindukan masa-masa preklinik. Saat – saat di mana saya bisa menghabiskan begitu banyak waktu di kampus, bersama orang – orang yang selalu bisa membuat saya tersenyum. Entah siapa yang memulai sebutan itu untuk kami, “anak ayam”, yang katanya selalu mengikuti ke mana induknya pergi. Trus, kalau kami anak ayam, emang induknya sapa? hehehe

Saya sudah tidak ingat apa yang mempertemukan kami. Mungkin hanya sekedar kesamaan asal sekolah, atau kesamaan jalur angkutan pulang, atau kebetulan saja kami punya hobi duduk di bangku depan? Hahaha, entahlah. Hm, coba saya ceritakan tentang mereka, ya.. Apa yang bisa saya ingat? Read more…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.